Harga Infinix Smart 20 yang kini berada di kisaran Rp1,3 jutaan untuk varian 4/64 GB membuat ponsel ini kembali terlihat menarik di kelas entry level. Pada varian 4/128 GB, banderolnya ada di sekitar Rp1,6 jutaan, sehingga pilihan kapasitas penyimpanan masih memberi ruang bagi calon pembeli untuk menyesuaikan kebutuhan.
Daya tarik utamanya tetap ada pada kombinasi layar 120Hz dan baterai 5200mAh. Di rentang harga seperti ini, dua fitur tersebut tidak selalu mudah ditemukan sekaligus, apalagi jika target pengguna adalah mereka yang butuh ponsel harian dengan pengalaman yang terasa lebih modern.
Layar 120Hz jadi pembeda yang paling cepat terasa
Infinix Smart 20 memakai layar 6,7 inci dengan panel IPS LCD dan resolusi HD+. Di atas kertas, spesifikasinya masih sederhana, tetapi refresh rate 120Hz membuat pergerakan di layar terasa lebih halus saat digunakan untuk aktivitas ringan.
Bagi pengguna yang sering membuka media sosial, membaca berita, atau berpindah menu, perbedaan ini dapat langsung dirasakan. Walau belum menyamai ketajaman panel kelas yang lebih tinggi, layar tersebut tetap memberi kenyamanan lebih baik dibanding ponsel murah yang masih bertahan di 60Hz.
Baterai 5200mAh masih cukup aman untuk kebutuhan harian
Selain layar, kapasitas baterai menjadi salah satu alasan Smart 20 masih relevan. Dengan 5200mAh, perangkat ini menawarkan daya yang cukup besar untuk penggunaan ringan sepanjang hari tanpa terlalu sering mengecas.
Kapasitas itu juga sedikit lebih besar dibanding Smart 10 yang membawa baterai 5000mAh. Untuk chat, browsing, video pendek, dan media sosial, ukuran tersebut masih sangat masuk akal, terutama bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar rumah.
Performa harian dibantu Helio G81
Di sektor dapur pacu, Infinix membekali Smart 20 dengan MediaTek Helio G81. Kehadiran chipset ini memberi peningkatan dibanding generasi sebelumnya yang masih memakai Unisoc, terutama untuk kebutuhan dasar yang lebih terasa stabil.
Ponsel ini dinilai cukup untuk aplikasi harian, multitasking ringan, dan hiburan standar. Namun, RAM asli 4 GB yang didukung RAM virtual menunjukkan bahwa perangkat ini belum ditujukan untuk gaming berat atau pekerjaan yang menuntut tenaga lebih besar.
Fitur lain membuat paketnya terasa lebih lengkap
Selain dua poin utama tadi, Smart 20 juga membawa bodi tipis 7,7 mm yang membuat tampilannya terasa lebih rapi. Pilihan warna sunlight orange turut memberi kesan berbeda di kelas harga murah yang biasanya tampil sangat sederhana.
Ada juga triple slot SIM, USB Type-C, sensor fingerprint, dan sertifikasi IP64 untuk perlindungan terhadap cipratan air. Kelengkapan ini menambah nilai pakai harian karena Smart 20 tidak hanya mengandalkan harga yang rendah sebagai daya tarik.
Bagian yang masih perlu dipertimbangkan
Meski menawarkan banyak hal menarik, Smart 20 tetap punya batas yang harus diperhatikan. Kamera depan dan belakang sama-sama 8 MP, sehingga hasil foto cenderung standar untuk kebutuhan dasar.
Pengisian dayanya masih 10W, jadi proses isi ulang tidak secepat ponsel yang lebih mahal. Speaker pun masih mono, sementara layar HD+ belum memberi ketajaman setara panel Full HD.
Isi kotak pembelian cukup membantu menekan biaya tambahan
Di dalam paket penjualan, pembeli akan mendapat casing, kabel USB Type-C, charger, SIM ejector, dan pelindung layar bawaan. Isi paket seperti ini membuat pengguna tidak perlu langsung membeli aksesori tambahan setelah membawa pulang perangkat.
Dengan harga terbaru yang lebih rendah, Infinix Smart 20 masih bisa jadi pilihan menarik untuk pelajar, pengguna pemula, orang tua, atau sebagai HP kedua. Namun untuk kebutuhan kamera yang lebih serius, layar yang lebih tajam, atau performa gaming yang lebih kuat, perangkat lain di kelas harga lebih tinggi masih perlu dipertimbangkan.







