Di kelas Rp3 jutaan, persaingan HP gaming pada Mei 2026 sudah tidak lagi ditentukan oleh chipset saja. Layar cepat, baterai besar, pengisian daya ngebut, dan fitur seperti bypass charging ikut naik kelas, sehingga banyak model terasa makin mendekati ponsel yang dulu lebih sering berada di segmen premium.
Itulah sebabnya daftar HP gaming di rentang harga ini kini terasa jauh lebih menarik. Poco X7 5G, Infinix GT 30, iQOO Z10 5G, Motorola G86 Power, dan Samsung Galaxy A17 5G sama-sama membawa karakter berbeda, dari fokus performa murni sampai daya tahan dan pemakaian jangka panjang.
Performa kencang tetap jadi daya tarik utama
Poco X7 5G tampil sebagai salah satu paket paling seimbang untuk pengguna yang mengincar performa dan layar. Ponsel ini memakai Dimensity 7300 Ultra, dipadukan dengan panel AMOLED 1.5K 120Hz yang sudah mendukung Dolby Vision.
Di sisi kamera, Poco X7 5G dibekali sensor utama 50MP Sony IMX882 dengan OIS. Tambahan sertifikasi IP68 juga membuatnya punya nilai lebih untuk ketahanan terhadap air dan debu.
Infinix GT 30 lebih tegas lagi arahnya ke gaming. Perangkat ini membawa layar AMOLED 144Hz, Dimensity 7400, dan RAM LPDDR5X untuk mengejar respons yang cepat saat bermain.
Daya tarik utamanya ada pada fitur khas gamer. Infinix menambahkan shoulder trigger dan bypass charging, sementara baterai 5.500 mAh disiapkan untuk sesi bermain yang lebih panjang.
Baterai besar mulai jadi senjata penting
iQOO Z10 5G masuk sebagai opsi yang agresif di kelas ini. Ponsel tersebut mengandalkan Snapdragon 7s Gen 3, layar AMOLED micro curved 120Hz, dan tingkat kecerahan hingga 5.000 nit.
Paduan itu membuatnya tidak hanya menarik untuk game, tetapi juga nyaman dipakai di luar ruangan. Keunggulan paling mencolok ada pada baterai 7.300 mAh dan fast charging 90W, kombinasi yang jarang muncul di harga Rp3 jutaan.
Motorola G86 Power mengambil pendekatan berbeda dengan menonjolkan ketahanan daya. Kapasitas baterai 6.720 mAh menjadi alasan utamanya cocok untuk pengguna yang ingin jarang mengisi ulang daya dalam sehari.
Meski fokus pada baterai, spesifikasi lainnya tetap kompetitif. Motorola memasang layar P-OLED 1.5K 120Hz, chipset Dimensity 7400, kamera 50MP Sony LYT-600 dengan OIS, serta perlindungan IP68, IP69, dan standar militer.
Ada yang unggul di stabilitas penggunaan
Samsung Galaxy A17 5G tidak dibangun untuk mengejar performa paling tinggi. Namun, model ini punya arah yang jelas bagi pengguna yang lebih mementingkan kestabilan dan pemakaian jangka panjang.
Ponsel ini membawa layar AMOLED 90Hz dan chipset Exynos 1330, yang dinilai cukup untuk kebutuhan harian. Nilai tambah terbesarnya ada pada dukungan pembaruan software hingga 6 tahun, ditambah kamera 50MP dengan OIS.
Di antara semua opsi tersebut, pilihan paling kencang tetap mengarah ke Poco X7 5G, Infinix GT 30, dan iQOO Z10 5G. Tiga nama itu paling menonjol jika fokus utama ada pada performa, layar cepat, dan pengalaman bermain.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih
Poco X7 5G punya paket yang rapi untuk pengguna yang ingin layar unggul dan performa solid. Namun, perangkat ini tidak menyediakan slot microSD, sehingga kapasitas penyimpanan internal perlu dipertimbangkan sejak awal.
Infinix GT 30 sangat spesifik untuk gaming dan fitur tambahannya memang dibuat untuk itu. Di sisi lain, kamera dan desainnya tidak terlalu menjadi sorotan dibanding perannya sebagai ponsel gaming murah.
iQOO Z10 5G kuat pada kombinasi performa, layar terang, dan baterai raksasa. Kekurangannya ada pada speaker single, yang mungkin menjadi catatan bagi pengguna yang mengutamakan efek suara saat bermain.
Motorola G86 Power unggul untuk ketahanan fisik dan daya tahan baterai. Meski begitu, kecepatan pengisian dayanya masih 33W, sehingga tidak seagresif beberapa pesaing yang sudah membawa charging lebih tinggi.
Samsung Galaxy A17 5G menjadi pilihan yang lebih aman untuk pengguna yang mengejar perangkat stabil dan awet dipakai lama. Konsekuensinya, performanya tidak seagresif model lain yang memang lebih fokus pada gaming.







