RSCA tinggal selangkah lagi untuk menuntaskan target besar mereka saat menjamu Sint-Truiden di Lotto Park. Laga ini menjadi kesempatan terakhir di kandang untuk mengamankan posisi empat dan menjaga tiket Eropa musim depan tetap dalam genggaman.
Situasinya memang tidak sepenuhnya ideal bagi tuan rumah. RSCA masih membawa beban emosional setelah kehilangan final piala, tetapi staf pelatih menilai tim harus segera memindahkan fokus ke pertandingan berikutnya karena masih ada pekerjaan penting yang belum selesai.
Pelatih Taravel menegaskan bahwa semua hal sudah dibahas bersama pemain, baik secara kolektif maupun secara individual. Ia memahami kekalahan di final piala terasa berat, bukan hanya bagi tim, tetapi juga bagi para suporter yang ikut merasakan kecewa.
Namun, Taravel menilai profesionalisme menuntut RSCA untuk tidak berlama-lama tenggelam dalam hasil itu. Menurutnya, musim belum berakhir dan tim masih punya target yang harus diperjuangkan sampai tuntas.
Dukungan tribun jadi elemen penting
Bagi RSCA, laga ini juga punya nilai emosional karena menjadi pertandingan kandang terakhir. Tim ingin menutup kiprah di Lotto Park dengan hasil positif, sekaligus memberi dorongan yang baik untuk musim berikutnya.
Taravel menilai dukungan penonton bisa menjadi pembeda dalam situasi seperti ini. Ia melihat laga di kandang akan jauh lebih berat tanpa suara tribun, sehingga kehadiran suporter dinilai dapat memberi tenaga tambahan saat tekanan meningkat.
Di sisi lain, Sint-Truiden datang dengan kondisi yang berbeda. Mereka sudah memastikan tiket Eropa, sehingga bisa tampil tanpa beban dan berpotensi lebih lepas saat bermain di Lotto Park.
Taravel juga mengingat bahwa pertemuan tandang di Sint-Truiden sebelumnya tidak berjalan mudah bagi RSCA. Ia menyebut lawan memiliki banyak pergerakan dan kualitas, sehingga tuan rumah perlu disiplin sejak menit awal.
RSCA harus memaksakan permainan sendiri
Dalam beberapa pertandingan terakhir, permainan RSCA sebenarnya dinilai cukup baik. Masalahnya, hasil belum maksimal karena tim gagal mencetak gol dan membuat kesalahan yang berujung mahal di Champions’ Play-offs.
Karena itu, Taravel menuntut timnya untuk tampil lebih tegas dan memaksakan gaya bermain sendiri. Ia menilai kemenangan hanya bisa diraih jika RSCA mampu mengontrol jalannya laga dan tidak memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.
Motivasi tambahan juga datang dari ruang ganti. Sejumlah pemain disebut bisa menjalani laga terakhir mereka di Lotto Park, dan mereka ingin menutup masa bakti dengan hasil yang lebih baik setelah kekecewaan final piala.
Semangat itu terlihat jelas dalam persiapan tim. Taravel menyebut para pemain ingin memberikan segalanya sampai menit terakhir demi membantu klub meraih tiket Eropa dan menutup musim dengan cara yang lebih layak.
Meski begitu, RSCA tidak bisa turun dengan kekuatan penuh. Moussa Diarra absen karena gangguan otot glute, Mario Stroeykens masih menepi akibat cedera, dan Mihajlo Cvetković menjalani laga kedua dari sanksi larangan bermain.
Kick-off dijadwalkan pukul 20:30 di Lotto Park, dengan tekanan besar tetap berada di pihak tuan rumah. Dalam kondisi seperti ini, dukungan suporter kembali dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu RSCA menyelesaikan satu target penting yang masih tersisa.
Source: www.rsca.be






