RTX Spark Mengancam Snapdragon X2 Elite, ARM Windows Masuk Babak yang Lebih Berat

Nvidia RTX Spark langsung mencuri perhatian karena membawa kombinasi yang jauh lebih agresif dibanding banyak chip ARM untuk laptop Windows. Dengan GPU Blackwell RTX, hingga 128 GB unified memory, dan kemampuan komputasi AI lebih dari 1 petaflops FP4, chip ini jelas tidak hanya menyasar produktivitas ringan.

Targetnya mencakup rendering 3D, editing video profesional, gaming AAA, pengembangan AI, hingga menjalankan Large Language Model secara lokal. Dukungan NVLink-C2C dengan bandwidth hingga 600 GB/s juga membuat hubungan CPU dan GPU di dalam chip ini jauh lebih rapat.

Posisi Snapdragon X2 Elite masih kuat, tetapi medan tempurnya berbeda

Di sisi lain, Qualcomm Snapdragon X2 Elite tetap membawa strategi yang lebih fokus pada efisiensi daya dan laptop premium. Chip ini diperkenalkan pada Snapdragon Summit September 2025 sebagai penerus Snapdragon X Elite generasi pertama yang hadir pada 2024.

Qualcomm memakai fabrikasi 3nm dari TSMC dan arsitektur CPU Oryon generasi ketiga. Varian tertingginya, Snapdragon X2 Elite Extreme dengan kode X2E-96-100, membawa 18 inti CPU yang terdiri dari 12 Prime Core hingga 5 GHz, 6 Performance Core hingga 3,6 GHz, serta cache total 53 MB.

Dalam pengujian internal Qualcomm, chip itu disebut mampu menyamai bahkan melampaui Apple M4 Pro pada sejumlah benchmark CPU populer. Skor yang dicatat antara lain 1.964 poin di Cinebench 2024 dan 23.693 poin di Geekbench 6.3 Multi-Core.

AI lokal jadi salah satu arena persaingan paling penting

Snapdragon X2 Elite juga menonjol lewat NPU 80 TOPS yang dirancang untuk menjalankan fitur AI lokal tanpa bergantung penuh pada cloud. Kemampuan itu relevan untuk editing gambar otomatis, penerjemahan real-time, dan asisten AI berbasis Large Language Model.

Chip ini mendukung RAM LPDDR5x hingga 48 GB, penyimpanan PCIe 5.0, dan USB 4.0. Sejumlah laptop berbasis chip tersebut mulai hadir pada awal 2026, termasuk ASUS Zenbook A16.

Sementara itu, RTX Spark dibangun di atas adaptasi dari GB10 Grace Blackwell Superchip yang sebelumnya dipakai pada workstation AI Nvidia DGX Spark. Nvidia juga menggabungkan CPU ARM custom hasil kolaborasi dengan MediaTek, GPU Blackwell RTX, dan AI Accelerator generasi terbaru dalam satu chip 3nm TSMC dengan sekitar 70 miliar transistor.

ChipKeunggulan Utama
Snapdragon X2 EliteEfisiensi daya, NPU 80 TOPS, dukungan laptop premium
Nvidia RTX SparkGPU Blackwell RTX, CUDA, AI berat, dan ekosistem software matang

Grafis dan kompatibilitas menjadi pembeda yang paling terasa

Keunggulan RTX Spark terlihat jelas pada sisi grafis dan ekosistem. Nvidia menyematkan hingga 20 core CPU, 6.144 CUDA core, dan unified memory hingga 128 GB, lalu mengarahkannya ke kebutuhan kerja berat yang membutuhkan akselerasi GPU.

Di atas kertas, itu memberi ruang lebih besar untuk penggunaan profesional dan komputasi AI lokal. Selain itu, DLSS 4.5 menjadi nilai tambah untuk gaming karena bisa meningkatkan performa sekaligus kualitas visual dengan bantuan AI.

Hal itu membuat Snapdragon X2 Elite tampak lebih rentan di sisi grafis. Pada benchmark 3DMark Steel Nomad, Snapdragon X2 Elite Extreme hanya mencatat 1.306 poin atau 13 fps, dan Apple M4 Pro disebut masih melampaui hasil tersebut.

Kompatibilitas juga belum sepenuhnya mulus di Windows ARM berbasis Snapdragon. Sejumlah pengulas menemukan aplikasi profesional seperti AutoCAD belum berjalan sempurna, sementara beberapa gim masih mengalami bug grafis atau crash saat dijalankan lewat emulasi x86 Microsoft Prism.

Situasi ini memberi keuntungan tambahan bagi Nvidia. Selain pengalaman panjang di GPU dan gaming, RTX Spark juga membawa CUDA, platform komputasi GPU yang telah menjadi standar industri AI selama lebih dari 15 tahun.

Banyak framework AI modern seperti TensorFlow, PyTorch, Stable Diffusion, dan berbagai LLM sudah dioptimalkan untuk CUDA. Artinya, RTX Spark langsung masuk ke ekosistem software yang lebih siap, sedangkan Qualcomm masih membangun kestabilan kompatibilitas Windows ARM.

Harga dan jadwal rilis ikut menentukan arah pasar

Dari sisi ketersediaan, laptop berbasis Snapdragon X2 Elite diperkirakan mulai dijual resmi di Indonesia pada semester pertama 2026. Harganya diperkirakan berada di kisaran Rp24 juta hingga Rp38 juta tergantung konfigurasi.

RTX Spark dijadwalkan meluncur mulai musim gugur 2026 melalui merek seperti Dell, HP, Lenovo, Microsoft Surface, dan ASUS. Harga awalnya diperkirakan mulai dari 1.800 dolar AS atau sekitar Rp29 jutaan, dengan banderol yang bisa naik jauh pada konfigurasi kelas atas.

Dengan dua pendekatan itu, pilihan pengguna menjadi semakin jelas. Snapdragon X2 Elite lebih cocok untuk produktivitas, multitasking, pekerjaan kantor, dan daya tahan baterai, sedangkan RTX Spark terlihat lebih siap untuk AI berat, gaming modern, dan rendering profesional.

Source: yoursay.suara.com

Berita Terkait