Ruang Kabin Jadi Prioritas, Li Auto Tahan Diri Untuk Tak Masuk Segmen Sedan

Author: Redaksi Android62

Li Auto belum menunjukkan minat untuk masuk ke segmen sedan, dan alasan utamanya cukup tegas: perusahaan enggan mengorbankan ruang kabin serta kenyamanan. Bagi CEO Li Xiang, dua hal itu adalah inti dari filosofi Li Auto yang sejak awal menempatkan konsep “rumah” sebagai arah desain.

Sikap tersebut membuat Li Auto tetap berbeda di tengah pasar mobil listrik China yang makin ramai oleh sedan baru. Saat banyak pabrikan memperluas lini produk ke segmen itu, Li Auto justru mempertahankan fokus pada SUV dan MPV sebagai identitas utamanya.

Fokus pada ruang dan proporsi

Li Xiang menilai sedan selalu membawa risiko kompromi pada kelegaan kabin dan kenyamanan penumpang. Pandangan itu tidak sejalan dengan pendekatan Li Auto yang mengutamakan kenyamanan keluarga, terutama untuk model yang dirancang sebagai kendaraan sehari-hari.

Ia juga menyoroti soal bentuk bodi. Jika sedan dibuat lebih tinggi agar ruang interior tetap lapang, proporsi mobil akan berubah dan sikap kendaraannya ikut bergeser, padahal proporsi dan stance dianggap penting untuk karakter sebuah mobil.

Karena itu, Li Auto memilih menjaga ciri produknya tetap konsisten. Perusahaan tampaknya lebih nyaman memperkuat identitas yang sudah ada daripada masuk ke segmen baru yang berisiko mengaburkan arah merek.

Jajaran produk masih didominasi SUV

Saat ini, portofolio Li Auto masih bertumpu pada model EREV seri L seperti Li L6, Li L7, Li L8, dan Li L9. Di lini baterai listrik murni, perusahaan memiliki Li i6, Li i8, dan Li Mega.

Dari seluruh model tersebut, Li Mega menjadi satu-satunya MPV listrik. Selebihnya adalah SUV, dan komposisi ini menunjukkan bahwa Li Auto masih sangat kuat bermain di kendaraan keluarga berukuran besar.

Meski begitu, penolakan terhadap sedan tidak bersifat mutlak. Li Auto belum menutup pintu sepenuhnya untuk masuk ke pasar itu, hanya saja syarat yang mereka pasang terlihat sangat tinggi.

Ada target bisnis sebelum sedan dipertimbangkan

Dalam panggilan pendapatan pada Mei 2025, Li menyebut lini EREV SUV dan BEV yang ada saat ini sudah memiliki kapasitas bisnis yang besar. Ia menilai kedua lini itu mampu menopang pendapatan tahunan hingga 300 miliar yuan, atau sekitar $43,9 miliar.

Setelah target tersebut tercapai, barulah Li Auto akan menentukan waktu yang tepat untuk meluncurkan sedan. Keputusan itu juga disebut akan bergantung pada permintaan pasar yang benar-benar nyata, bukan sekadar menambah jumlah model.

Strategi ini memperlihatkan pendekatan ekspansi yang terukur. Li Auto tidak ingin masuk ke segmen sedan sebelum fondasi bisnisnya dianggap cukup kuat.

Model unggulan tetap jadi tumpuan

Di saat yang sama, Li Auto masih menyiapkan penguatan di lini andalan lewat model terbaru. Li L9 Livis EREV SUV dijadwalkan meluncur resmi pada 15 Mei setelah debut dan pembukaan pre-order pada 24 April, hari pertama Beijing Auto Show.

Harga pre-order model itu dipatok 559.800 yuan. Mobil ini juga menjadi model pertama Li Auto yang memakai dua chip smart driving M100 5-nanometer buatan internal perusahaan.

Klaim komputasi chip tersebut mencapai 2.560 TOPS, jauh melampaui Nvidia Thor-U yang saat ini digunakan di pasar utama. Dari sisi elektrifikasi, Li L9 Livis dibekali baterai 72,7 kWh dengan jarak tempuh CLTC 420 kilometer serta dukungan pengisian cepat 5C.

Dengan tangki penuh dan baterai penuh, jarak tempuh gabungannya diklaim melampaui 1.500 kilometer. Pada hari yang sama, Onvo, submerek Nio, juga akan meluncurkan SUV listrik murni besar L80 berkapasitas lima penumpang.

Pada April, Li Auto mencatat pengiriman 34.085 unit. Angka itu naik tipis 0,43 persen dibanding 33.939 unit setahun sebelumnya, tetapi turun 16,97 persen dari 41.053 unit pada Maret.

Source: cnevpost.com
Berita Terbaru