Rupiah Bertahan di Rp18.000, Geopolitik Timur Tengah Masih Menahan Ruang Naik

Author: Redaksi Android62

Rupiah masih bertahan di kisaran Rp18.000 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis, 16 Juli 2026, ketika pasar belum melihat tanda mereda dari tekanan eksternal. Pada pembukaan, mata uang Indonesia berada di level Rp18.071 per dolar AS, melemah tipis 3 poin atau 0,02 persen dari penutupan sebelumnya di Rp18.068 per dolar AS.

Posisi itu menunjukkan rupiah masih sensitif terhadap arah sentimen global. Selama tensi geopolitik di Timur Tengah belum turun, ruang penguatan rupiah diperkirakan tetap terbatas.

Geopolitik jadi penahan utama

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah masih berkaitan dengan memanasnya perang Iran dengan AS. Menurut dia, penguatan rupiah akan sulit berlari jauh selama kondisi geopolitik di Timur Tengah belum benar-benar mereda.

“Penguatan rupiah akan terbatas oleh geopolitik Timur Tengah yang masih memanas,” katanya saat dihubungi www.suara.com.

Di sisi lain, dolar AS juga belum sepenuhnya kuat setelah pasar merespons data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan. Namun, pelemahan the greenback itu belum cukup untuk mengangkat rupiah keluar dari tekanan yang masih membayangi.

Pergerakan mata uang Asia bergerak beragam

Di kawasan Asia, pasar mata uang menunjukkan pergerakan yang tidak seragam. Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam setelah turun 0,14 persen, sementara dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan paling besar di kawasan.

Mata Uang Pergerakan Keterangan
Won Korea Selatan -0,14% Pelemahan terdalam di Asia
Yuan China -0,03% Ikut tertekan
Baht Thailand -0,03% Ikut tertekan
Dolar Hong Kong -0,006% Turun tipis
Dolar Taiwan +0,18% Penguatan terbesar di Asia
Ringgit Malaysia +0,13% Menguat
Peso Filipina +0,07% Menguat
Yen Jepang +0,05% Menguat tipis terhadap the greenback

Ringgit Malaysia dan peso Filipina ikut menguat, sedangkan yen Jepang naik tipis 0,05 persen terhadap the greenback. Pada saat yang sama, yuan China dan baht Thailand sama-sama melemah 0,03 persen, disusul dolar Hong Kong yang turun tipis 0,006 persen.

Dengan latar seperti itu, rupiah masih berada dalam fase yang sangat dipengaruhi perkembangan eksternal. Arah pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada apakah tensi geopolitik tetap panas dan apakah dolar AS mulai pulih dengan lebih meyakinkan.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru