Rupiah Menembus Rp17.300, IHSG Kembali Tertekan oleh Bayang-Bayang Iran-AS

Pasar saham membuka perdagangan dengan nada hati-hati ketika rupiah kembali berada di bawah tekanan dan sentimen global belum sepenuhnya pulih. Pada awal sesi, IHSG turun tipis 0,01 persen ke level 7.378 dengan volume transaksi 1,38 miliar saham dan nilai transaksi Rp686 miliar.

Di papan perdagangan, tekanan terlihat lebih dominan karena jumlah saham yang melemah lebih banyak daripada yang menguat. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan 246 saham turun, 218 saham naik, dan 211 saham tidak bergerak pada pembukaan sesi.

Pelemahan IHSG berjalan seiring dengan rupiah yang menembus level Rp17.300 per dolar AS. Phintraco Sekuritas menilai posisi rupiah tersebut menjadi penutupan terburuk sepanjang masa di pasar spot dan ikut menekan keyakinan pelaku pasar.

Kondisi mata uang domestik yang rapuh membuat investor cenderung menahan langkah agresif di bursa. Dalam situasi seperti ini, pasar saham bergerak lebih defensif sambil menunggu tanda-tanda meredanya tekanan eksternal dan stabilnya kurs rupiah.

Bayang-bayang geopolitik dan minyak

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih membebani suasana perdagangan. Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai ketidakpastian geopolitik tetap menjadi salah satu sumber utama pelemahan sentimen pasar.

Perpanjangan gencatan senjata dinilai belum cukup menghilangkan kekhawatiran. Di sisi lain, harga minyak dunia masih bertahan di level tinggi dan menambah tekanan bagi pasar domestik.

Phintraco Sekuritas menyebut penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut menjadi faktor penting yang membuat harga minyak tetap mahal. Jika kondisi ini bertahan, inflasi berisiko tertekan dan beban fiskal juga bisa melebar karena biaya energi yang lebih tinggi.

Arah pergerakan indeks masih rawan

Secara teknikal, sejumlah sekuritas masih melihat ruang pelemahan terbatas pada IHSG. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan indeks berpeluang menguji area support di kisaran 7.305 hingga 7.300.

Phintraco Sekuritas juga menilai IHSG masih dapat melanjutkan pelemahan untuk menutup gap down di 7.308 sebelum menguji level 7.300. Pandangan serupa datang dari CGS International Sekuritas Indonesia yang melihat koreksi pasar global dan aksi jual investor asing masih menekan indeks.

Dalam risetnya, CGS International menyebut IHSG berpotensi bergerak di rentang support 7.275–7.170 dan resistance 7.485–7.590. Panin Sekuritas menambahkan bahwa kenaikan yield obligasi menjadi sinyal meningkatnya premi risiko di pasar keuangan.

Saham yang masuk pantauan

Di tengah kondisi yang masih penuh kehati-hatian, beberapa saham tetap masuk radar analis. BRI Danareksa Sekuritas mencermati MEDC, ITMG, dan JPFA untuk perdagangan hari ini.

CGS International Sekuritas Indonesia juga menyoroti ELSA, JPFA, DSNG, MEDC, ENRG, dan INDY sebagai saham pilihan. Sementara itu, Panin Sekuritas menambahkan JPFA, DSSA, dan TAPG ke dalam daftar saham yang layak diperhatikan.

Selama rupiah masih tertekan, arus keluar dana asing belum mereda, dan tensi geopolitik belum menemukan titik tenang, pasar saham diperkirakan tetap bergerak dalam mode waspada. Dengan latar seperti ini, IHSG masih berpotensi bergerak melemah terbatas dengan ruang fluktuasi yang cukup lebar.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer