Bagi tikus, menggerogoti benda keras bukan sekadar kebiasaan mengganggu. Aktivitas itu adalah cara mereka menjaga gigi depan tetap pada ukuran yang aman agar tidak tumbuh berlebihan.
Gigi seri tikus terus bertambah panjang sejak lahir hingga akhir hayat. Pertumbuhan ini terjadi karena bagian akar gigi memiliki sel khusus yang terus membentuk jaringan gigi baru.
Kalau tidak terus terkikis, gigi tikus bisa menjadi terlalu panjang dan mengganggu banyak hal. Kondisi itu dapat membuat mereka sulit makan, melukai mulut sendiri, dan menurunkan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Di alam, tikus biasanya mengandalkan biji-bijian keras, ranting, akar tanaman, dan benda alami lain untuk membantu pengikisan gigi. Saat hidup di dekat manusia, pilihan mereka bergeser ke benda yang ada di sekitar, seperti kayu, plastik, hingga kabel listrik.
Itulah sebabnya tikus sering merusak furnitur, kemasan, atau instalasi rumah tanpa terlihat punya tujuan lain. Bagi mereka, benda-benda tersebut berfungsi sebagai alat perawatan gigi alami.
Para peneliti memperkirakan gigi seri tikus bisa bertambah beberapa milimeter setiap minggu. Meski ukuran itu tampak kecil, bagi tubuh tikus yang mungil pertumbuhan tersebut sangat berarti.
Karena pertumbuhan itu terus berjalan, tikus harus aktif mengikis giginya lewat makanan atau benda keras yang mereka gigit. Jika proses alami ini tidak terjadi, gigi bisa melengkung tidak normal dan masuk ke area mulut yang seharusnya aman.
Masalah seperti itu lebih sering terlihat pada tikus peliharaan yang tidak punya cukup benda untuk digigit. Dalam kondisi tertentu, pemilik perlu menyediakan mainan khusus atau balok kayu yang aman agar pengikisan gigi tetap terjadi.
Jika gigi sudah terlanjur terlalu panjang, dokter hewan juga dapat memangkasnya. Langkah ini diperlukan karena gigi yang tak terkendali bisa menghambat tikus memperoleh nutrisi yang cukup.
Warna gigi tikus juga kerap menimbulkan salah paham. Gigi seri depan mereka umumnya berwarna kuning hingga oranye, dan warna itu bukan tanda penyakit.
Justru, warna khas tersebut menandakan enamel yang kuat dan sehat. Kandungan zat besi pada enamel membuat lapisan luar gigi tikus lebih keras dibanding banyak mamalia lain.
Kekuatan itulah yang membuat tikus mampu menggigit material yang tampak keras bagi hewan kecil lain. Beberapa jenis tikus bahkan dapat merusak kayu tebal, plastik keras, dan bahan bangunan tertentu.
Struktur gigi mereka juga ikut menjaga ketajaman ujung gigi. Bagian depan memiliki enamel yang lebih keras, sementara bagian belakang lebih cepat terkikis saat dipakai menggigit, sehingga ujung gigi tetap tajam secara alami.
Source: www.idntimes.com