Di balik citra Volkswagen sebagai pembuat mobil rakyat, tersimpan deretan prototipe yang justru bergerak ke arah yang jauh lebih berani. Di museum Volkswagen di Wolfsburg, mobil-mobil konsep itu menunjukkan bagaimana merek ini berkali-kali mencoba masuk ke wilayah yang lebih kecil, lebih mewah, lebih cepat, atau lebih ekstrem, lalu memilih berhenti sebelum benar-benar sampai ke jalan raya.
Yang membuat deretan mobil itu menarik bukan hanya bentuknya yang aneh. Banyak di antaranya juga membawa gagasan teknis yang maju untuk zamannya, mulai dari penggerak roda depan, konstruksi unibody, hingga mesin yang dikembangkan dari platform yang sudah ada.
Mobil kecil yang terlalu dekat dengan Beetle
Salah satu kisah paling menonjol datang dari EA 48, prototipe 1955 yang bentuknya disebut sangat mirip Mini yang muncul beberapa tahun kemudian. Volkswagen merancangnya sebagai mobil yang lebih kecil, lebih murah, dan lebih sederhana daripada Beetle.
Di balik bodinya, EA 48 justru membawa paket teknis yang tidak biasa untuk masa itu. Mobil ini memakai konstruksi unibody, mesin depan penggerak roda depan, dan suspensi depan McPherson.
Mesinnya berasal dari flat-four Beetle yang dipotong menjadi setengah, lalu berubah menjadi flat-twin 0,7 liter berpendingin udara. Tenaganya hanya 18bhp, tetapi mobil ini tetap bisa melaju hingga 50mph.
Volkswagen sempat mengujinya di jalan umum dan menyiapkan rencana produksi. Namun, para pejabat kemudian khawatir mobil sekecil itu akan menggerus penjualan Beetle yang saat itu baru mulai mendapat pembeli.
Ambisi yang tertahan oleh hitungan bisnis
Kekhawatiran serupa muncul saat Volkswagen menyiapkan mobil yang lebih berkelas. Setelah Type 3 hadir pada 1961 sebagai alternatif yang lebih elegan dibanding Beetle, perusahaan sempat membuat prototipe cabriolet yang dipandang berpeluang laku di Amerika Serikat.
Proyek itu akhirnya dihentikan karena dinilai bisa menyaingi Karmann Ghia convertible di dalam portofolio sendiri. Dari situ terlihat bahwa penghalang terbesar tidak selalu soal kemampuan teknis, melainkan posisi sebuah model di antara produk Volkswagen lain.
Cerita serupa muncul pada EA 128 pada 1963. Mobil keluarga empat pintu bermesin belakang ini dikembangkan bersama Porsche dan memakai versi detuned dari mesin flat-six 2.0 liter berpendingin udara milik 911.
Tenaganya mencapai 89bhp dan mobil ini mampu melaju hingga 100mph. Meski begitu, proyeknya berhenti karena para pengambil keputusan belum siap menerima gagasan mobil mewah dari merek mobil rakyat.
Jembatan antara Beetle dan Golf
Menjelang lahirnya Golf, Volkswagen juga menyiapkan studi yang lebih dekat ke arah produk masa depan. EA 276 dari 1969 tampil lebih kotak, tetapi sudah memakai mesin depan penggerak roda depan dan tetap mempertahankan mesin air-cooled flat-four milik Beetle.
Dari sisi desain dan teknik, mobil itu menjadi penghubung yang jelas antara Beetle dan Golf pertama. Kehadirannya menunjukkan bahwa Volkswagen mulai meninggalkan arsitektur lama tanpa memutus hubungan sepenuhnya.
Pada 1971, Volkswagen juga terlibat dalam proyek keselamatan bersama United States Department of Transportation. Prototype ESVW I mendapat bagian depan dari plastik penyerap benturan, panel instrumen berlapis bantalan, dan mesin belakang 1.8 liter flat-four bertenaga 98bhp.
Setahun kemudian, Volkswagen Bus berubah menjadi laboratorium turbin gas lewat T2 GT70. Proyek bersama Williams Research Corporation ini memakai turbin gas 74bhp yang lebih efisien dan lebih ringkas, tetapi juga jauh lebih berat dan mahal sehingga cepat dibatalkan.
Eksperimen dari kendaraan niaga sampai city car
Tidak semua eksperimen Volkswagen berfokus pada mobil penumpang. Basis-Transporter dari 1973 justru ditujukan sebagai truk murah untuk negara berkembang, dengan ladder frame yang mudah diperpanjang atau dipendekkan.
Mobil niaga itu memakai mesin air-cooled flat-four di depan dan dirancang agar mudah diperbaiki dengan alat sederhana. Pendekatan itu menempatkan fungsi dan biaya operasional di atas segalanya.
Di sisi yang lain, Plattenwagen menunjukkan kreativitas pekerja Wolfsburg sejak 1946, saat forklift belum tersedia. Puluhan unit dibuat hingga 1973, dan contoh yang dipajang di museum memakai mesin 1.6 liter air-cooled flat-four 49bhp.
Volkswagen juga sempat pergi jauh lewat Chicco 1975. City car sepanjang 129 inci itu tetap mampu menampung empat orang, dengan mesin tiga silinder 0,9 liter bertenaga 40bhp yang dipasang melintang dan menggerakkan roda depan.
Nama besar yang dibawa ke proyek yang tak lolos
Nama GTI juga pernah dicoba pada Passat pada 1977. Prototype Passat GTI memakai mesin 1.6 liter 108bhp, suspensi yang sudah diubah, dan aksen merah khas GTI.
Mesinnya diuji di jalan umum dan disukai para insinyur, tetapi para pejabat menolaknya. Bagi mereka, Passat tetap mobil keluarga, bukan hot rod.
Pada 1984, Volkswagen membuat Beetle bertenaga Polo untuk menjawab ancaman regulasi emisi. Mobil uji ini memakai mesin 1.0 liter empat silinder 44bhp yang dipasang memanjang, sementara radiator ditempatkan di bawah bodi dan dilindungi skid plate tebal.
Ada pula IRVW III, prototipe Jetta generasi kedua yang sekilas tampak biasa saja. Di balik tampilannya, mobil ini menyimpan diesel 1.8 liter turbocharged bertenaga 178bhp, jauh di atas turbodiesel Jetta produksi yang hanya 78bhp.
Penutup deretan eksperimen yang tidak sampai ke produksi
Magma 1987 dipakai untuk mengukur respons pasar terhadap perubahan besar pada T3. Mobil ini mendapat grille khusus dengan lampu terintegrasi, fender flare lebih bulat, cat dua warna, winch, bull bar, dan mesin 2.1 liter 110bhp.
Namun, tidak satu pun ubahan besar itu masuk jalur produksi. Volkswagen tampaknya memilih berhenti berinvestasi pada model yang sudah mendekati akhir siklus hidupnya di Eropa dan Amerika Utara.
Dua proyek berikutnya menutup deretan eksperimen paling tidak biasa itu. Vario I mengusung sasis dan mesin Golf generasi kedua, bodi ala buggy tanpa pintu, serta boom box Sony yang bisa dilepas, sedangkan Balloon Beetle membawa Beetle ke udara di Swiss dengan perangkat hot-air balloon dan tetap memakai mesin 1.2 liter 34bhp.
Dari EA 48 sampai Balloon Beetle, pola yang sama terus terlihat. Volkswagen berkali-kali melahirkan mobil yang terlalu berani, terlalu mahal, terlalu politis, atau terlalu jauh dari kebutuhan pasar untuk benar-benar dijual.







