IHSG menguat 1,51% atau 95,67 poin dan menutup sesi I perdagangan Kamis (23/7/2026) di level 6.430,15. Kenaikan ini terjadi ketika saham energi dan emiten terkait emas mendapat dorongan dari lonjakan harga komoditas global.
Sentimen pasar terlihat luas, dengan 470 saham menguat hingga siang hari. Sebanyak 175 saham melemah, sementara 320 saham tidak berubah.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia juga berlangsung ramai selama sesi pertama. Frekuensi perdagangan mencapai 1.728.000 kali, dengan volume 32,18 miliar saham dan nilai transaksi Rp11,86 triliun.
| Indikator | Perubahan | Posisi Sesi I |
|---|---|---|
| IHSG | Naik 1,51% atau 95,67 poin | 6.430,15 |
| LQ45 | Naik 0,98% atau 6,20 poin | 638,75 |
| IDXEnergy | Naik 4,32% | – |
| IDXBasic | Naik 2,71% | – |
Penguatan paling menonjol datang dari sektor energi, yang tercermin melalui kenaikan IDXEnergy sebesar 4,32%. Sektor barang baku melalui IDXBasic juga meningkat 2,71% pada sesi yang sama.
LQ45, yang memuat 45 saham unggulan, ikut bergerak positif. Indeks tersebut naik 6,20 poin atau 0,98% menjadi 638,75.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan indeks sejalan dengan menguatnya komoditas energi dan emas. Kondisi geopolitik di Timur Tengah disebut memperkuat perhatian investor terhadap emiten pada sektor-sektor tersebut.
“Penguatan IHSG hari ini kami perkirakan didorong oleh emiten-emiten konglomerasi serta komoditas energi dan emas,” ujar Herditya di Jakarta, Kamis (23/7). Menurut proyeksinya yang dikutip mediaindonesia.com, IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan pada sesi II menuju area 6.447 hingga 6.476.
Harga minyak dunia bergerak ke posisi tertinggi dalam enam pekan setelah terjadi serangan terhadap kapal tanker di Laut Merah. Peristiwa itu meningkatkan kekhawatiran pasar mengenai kelancaran pasokan energi global.
Minyak jenis WTI menguat 1,37% menjadi US$88,02 per barel. Harga minyak Brent naik 2,01% ke US$95,96 per barel.
| Komoditas | Perubahan | Harga |
|---|---|---|
| WTI | Naik 1,37% | US$88,02 per barel |
| Brent | Naik 2,01% | US$95,96 per barel |
| Emas | Menguat | US$4.130 per ons |
Emas turut menguat ke US$4.130 per ons di tengah peningkatan permintaan terhadap aset safe haven. Kenaikan minyak dan emas memberi konteks bagi penguatan saham energi serta saham yang berkaitan dengan komoditas emas di pasar domestik.
Suasana positif juga terlihat di bursa Asia pada perdagangan siang. Nikkei naik 0,83%, sedangkan Hang Seng menguat 1,23%.
Pergerakan regional tersebut menambah dukungan terhadap sentimen pasar Indonesia. Meski penguatan saham terjadi secara luas, sektor energi dan barang baku tetap menjadi penggerak utama IHSG pada sesi pertama.
Source: mediaindonesia.com






