Saldo Rekening Dipamerkan, Adrien Broner Kini Bangkit Lewat Kick

Adrien Broner menarik perhatian publik setelah memamerkan saldo rekeningnya dalam siaran langsung di platform Kick. Mantan juara dunia itu terlihat emosional saat menerima pembayaran besar dari aktivitas barunya sebagai streamer.

Dalam siaran tersebut, Broner bahkan melompat ke kolam renang sebagai bentuk kegembiraan. Ia juga menegaskan bahwa banyak orang sempat mengira dirinya sudah habis, tetapi ia masih bisa bangkit dan menata hidupnya.

Merasa kembali seperti juara

Broner menyebut pembayaran perdana dari Kick membuatnya kembali merasakan hidup seperti seorang juara dunia. Ia mengatakan sudah lama tidak melihat angka sebesar itu di rekeningnya dan menganggap momen itu sebagai sesuatu yang dulu hanya bisa ia impikan.

Ia juga menyinggung tanggung jawabnya sebagai ayah dari 11 anak. Menurut Broner, dukungan dari penonton dan pengikutnya sangat penting agar ia bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

Fakta UtamaRincian
PlatformKick
Pembayaran yang disebut beredarSekitar 150 ribu dolar AS
SetaraRp2,4 miliar
Tanggungan keluarga11 anak

Dari petinju elite ke layar siaran

Di atas ring, Broner pernah dipandang sebagai salah satu talenta terbaik Amerika Serikat. Ia memulai karier profesional pada 2008 dengan modal rekor amatir 300 kemenangan dan hanya 19 kekalahan dari 319 pertandingan.

Setelah itu, Broner mencatat 23 kemenangan beruntun di level profesional sebelum merebut gelar juara dunia kelas bulu super versi WBO. Ia kemudian mengoleksi gelar juara dunia di empat kelas berbeda dan sempat dianggap sebagai wajah baru tinju Amerika.

Pada masa kejayaannya, julukan sebagai titisan Floyd Mayweather muncul karena gaya bertarung dan ambisinya di dalam ring. Julukan itu memperkuat ekspektasi besar terhadap perjalanan kariernya.

Harapan besar yang kemudian meredup

Namun, karier Broner perlahan menurun akibat gaya hidup penuh pesta, kontroversi di luar ring, dan kegagalan menjaga kondisi fisik. Masalah hukum juga ikut membayangi kehidupannya dan membuat citranya semakin jauh dari masa ketika ia disebut calon bintang masa depan tinju dunia.

Pada 2021, Broner mengajukan kebangkrutan setelah gagal membayar penyelesaian perkara dalam kasus penyerangan yang menjeratnya. Situasi itu mempertegas penurunan yang dialaminya setelah sempat berada di puncak perhatian publik.

Mencari jalan baru bersama Deen The Great

Kini Broner mencoba membangun ulang kehidupannya lewat dunia digital dengan memanfaatkan kepribadiannya yang nyentrik dan menghibur. Ia berkolaborasi dengan kreator konten Deen The Great dan mulai dikenal lewat aktivitas live streaming.

Pertarungan terakhir Broner terjadi pada Juni 2024, ketika ia kalah angka mutlak dari Blair Cobbs. Sejak itu, sorotan terhadap dirinya lebih banyak datang dari dunia hiburan digital ketimbang dari karier tinju yang dulu sempat menempatkannya di jajaran petarung paling menjanjikan.

Source: www.viva.co.id
Berita Terkait