Samboja Simpan Potensi 11,64 Miliar Kaki Kubik Gas, Pasokan Energi Dalam Negeri Makin Kuat

Rencana pengembangan di Samboja, Kalimantan Timur, ikut mempertegas arah penguatan pasokan energi dari dalam negeri. Di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Sanga Sanga itu, SKK Migas mencatat potensi gas bumi sebesar 11,64 miliar kaki kubik dan minyak mentah sekitar 1 juta barel.

Temuan tersebut tersebar di 13 sumur baru yang akan segera dibor. Dari jumlah itu, MUT-346 OS HZ menjadi sumur yang diprioritaskan karena dinilai memiliki kontribusi produksi yang menjanjikan.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut seluruh potensi sumber daya itu berada di area Samboja. Ia menjelaskan bahwa sumur MUT-346 OS HZ sudah menunjukkan laju produksi harian sekitar 7,3 juta kaki kubik gas.

Proyeksi cadangan dari sumur tersebut juga disebut mencapai 3,6 miliar kaki kubik. Angka ini membuat satu titik pengembangan di Samboja menjadi sorotan, karena potensi yang terkonsentrasi dinilai cukup besar untuk mendukung pasokan energi nasional.

Nilai ekonomi ikut dihitung

Selain besaran cadangan, pemerintah juga menyoroti nilai ekonominya. Temuan gas dan minyak di Samboja diperkirakan bernilai Rp 471 miliar untuk periode 2026 hingga 2031.

Perhitungan itu memakai asumsi harga gas 7,7 dollar AS per MMBTU dan kurs Rp 17.000 per dollar AS. Dengan dasar tersebut, temuan ini tidak hanya menambah potensi cadangan, tetapi juga memberi ruang nilai tambah ekonomi bagi pengembangan energi domestik.

Rencana pengeboran disebut akan dimulai dalam waktu dekat, dengan target mulai bulan depan. Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, produksi dari wilayah ini dapat menjadi salah satu penopang stok energi nasional.

Mengurangi tekanan pada pasokan impor

Temuan di Samboja juga sejalan dengan dorongan pemerintah untuk menekan ketergantungan pada energi impor. Di tengah situasi geopolitik global yang masih menekan, tambahan produksi dari dalam negeri dinilai lebih strategis.

Djoko Siswanto menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap minyak dan gas bumi tetap besar. Ia juga menyoroti bahwa mencari minyak di luar negeri tidak mudah dan, sekalipun tersedia, harganya mahal.

Di saat yang sama, pemerintah tetap menjalankan jalur lain untuk menjaga ketahanan pasokan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengonfirmasi rencana kedatangan pasokan minyak mentah dari Rusia pada Sabtu (2/5/2026).

Bahlil menyebut ketersediaan stok menjadi hal paling penting bagi pemerintah saat ini. Ia juga mengatakan, “Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sebentar lagi masuk ya,” ujar Bahlil.

Pemerintah pun memusatkan perhatian pada pengamanan pasokan bahan bakar dari solar hingga bensin dengan berbagai tingkat oktan. Selain minyak mentah, peluang impor Liquefied Petroleum Gas atau LPG dari negara yang sama juga sedang dibahas.

Berita Terkait