Samsung Dan Apple Masih Tumbuh Saat Pengiriman Ponsel Dunia Turun 4,1% Ditekan Harga Dan Memori

Author: Redaksi Android62

Samsung dan Apple tetap mencatat pertumbuhan saat pengiriman smartphone global justru turun 4,1% secara tahunan pada kuartal pertama 2026. IDC menyebut total pengiriman hanya mencapai 289,7 juta unit, sekaligus menghentikan rangkaian pertumbuhan selama 10 kuartal berturut-turut yang sudah berlangsung sejak pertengahan 2023.

Perubahan ini memperlihatkan bahwa pasar ponsel dunia sedang menghadapi tekanan yang tidak ringan. Di satu sisi, pasokan memori yang terbatas membuat produksi tidak bisa bergerak leluasa, sementara biaya bahan baku juga ikut naik.

Harga naik, permintaan ikut tertahan

Kenaikan harga menjadi salah satu beban terbesar bagi pasar smartphone saat ini. Banyak vendor menaikkan harga jual untuk menjaga margin keuntungan, namun langkah itu justru menemui pasar yang masih sangat sensitif terhadap harga.

IDC menilai keterbatasan memori menjadi faktor penting di balik penurunan pengiriman. Saat komponen sulit diperoleh, produsen kesulitan mengamankan volume produksi dan distribusi, sementara biaya operasional ikut terdorong naik.

Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC untuk Perangkat Konsumen Seluruh Dunia, mengatakan bahwa ketersediaan memori yang terbatas mendorong pengurangan pengiriman. Ia juga menekankan bahwa harga memori yang lebih tinggi ikut menaikkan biaya bahan baku.

Dampaknya paling terasa di pasar negara berkembang. Menurut Nabila, harga smartphone di beberapa wilayah sudah naik hingga 40-50%, sehingga konsumen cenderung menahan pembelian dan tekanan terhadap permintaan menjadi semakin besar.

Samsung dan Apple masih mampu bertahan di jalur positif

Di tengah pelemahan pasar, Samsung dan Apple menjadi dua dari lima merek besar yang masih mencatat pertumbuhan tahunan. IDC melihat posisi keduanya tetap kuat karena didukung segmen premium dan daya tawar yang lebih baik terhadap pemasok memori.

Kondisi pasar yang bergeser ke arah harga lebih tinggi juga memberi keuntungan bagi vendor dengan portofolio premium. Sebaliknya, merek yang sangat bergantung pada perangkat kelas bawah merasakan tekanan yang lebih berat.

Samsung menempati posisi teratas dengan pertumbuhan pengiriman 3,6% secara tahunan. Kinerja itu didorong oleh Galaxy S26 Ultra yang disebut membawa peningkatan performa sambil tetap menjaga harga, serta kontribusi Galaxy A Series yang membantu menutup celah akibat keterlambatan peluncuran Galaxy S26 Series.

Apple menyusul di posisi kedua dengan kenaikan penjualan global 3,3% secara tahunan. Pendorong utamanya berasal dari permintaan iPhone 17 Series, termasuk lonjakan pasar Apple di China yang disebut lebih dari 30%.

Peta persaingan lima besar masih ketat

Di luar dua pemimpin pasar tersebut, persaingan di kelompok lima besar tetap berlangsung rapat. Xiaomi bertahan di posisi ketiga dengan pangsa pasar 33,8%, disusul Oppo di urutan keempat dengan 30,7% dan Vivo di posisi kelima dengan 21,2%.

IDC menilai tiga merek itu masih mampu menjaga posisi masing-masing pada kuartal ini, meski semuanya mengalami sedikit penurunan pangsa pasar. Situasi tersebut sejalan dengan tekanan yang menimpa banyak pemain di segmen menengah dan bawah, terutama ketika konsumen makin berhati-hati dalam membelanjakan uang.

Merek lain ikut bergerak di tengah pasar yang menurun

Di luar lima besar, beberapa merek lain justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif. Honor, Lenovo atau Motorola, dan Huawei sama-sama mencatat kenaikan dalam periode ini.

Honor menjadi salah satu yang paling cepat naik di kelompok 10 besar dengan pertumbuhan 24%. IDC mengaitkan pencapaian itu dengan ekspansi Honor ke pasar luar negeri, yang menunjukkan bahwa langkah memperluas wilayah bisnis masih bisa menjadi penopang ketika pasar utama sedang melambat.

Pergerakan tersebut memberi gambaran bahwa strategi ekspansi geografis masih relevan bagi produsen yang ingin menjaga momentum. Namun, selama harga memori dan biaya produksi belum mereda, pasar smartphone global diperkirakan tetap berada di bawah tekanan dan vendor harus terus menyesuaikan strategi produk, harga, serta distribusi agar tetap kompetitif.

Source: www.gadgetdiva.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru