Samsung Kokoh Di Puncak Pasar Global, iPhone Masih Menekan Di Kelas Atas

Samsung masih memimpin pasar ponsel pintar global saat banyak pesaing belum mampu keluar dari pertumbuhan industri yang berjalan lambat. Pengiriman perusahaan itu mencapai 65,4 juta unit dan naik sekitar 8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menurut laporan Omdia.

Kekuatan Samsung tidak hanya bertumpu pada satu lini produk. Perusahaan ini meraih dorongan dari seri flagship Galaxy S26, terutama varian Ultra yang disebut paling diminati di segmen premium, sambil tetap menjaga volume dari lini Galaxy A di kelas menengah.

Dua mesin pertumbuhan sekaligus

Strategi tersebut membuat Samsung mampu bergerak di banyak lapisan pasar sekaligus. Dari perangkat kelas atas hingga kelas menengah, portofolio yang luas memberi ruang bagi perusahaan untuk tidak bergantung pada satu segmen saja.

Di pasar premium, Galaxy S26 menjadi salah satu penopang utama. Namun kontribusi Galaxy A juga besar karena seri ini menyasar konsumen yang lebih luas dan membantu menjaga pengiriman tetap stabil.

Asia Tenggara jadi salah satu penopang penting

Kekuatan portofolio Samsung juga terlihat di Asia Tenggara. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pangsa pasar sekitar 18% dengan total pengiriman 17,9 juta unit, yang menegaskan posisinya sebagai pemimpin regional.

Capaian itu menunjukkan Samsung cukup efektif membaca kebutuhan pasar berkembang. Distribusi yang kuat dan pilihan produk yang beragam menjadi modal penting untuk mempertahankan posisi di kawasan tersebut.

Apple tetap menjadi penantang terdekat

Meski Samsung unggul dalam total pengiriman, Apple masih menekan ketat di kelas atas. Omdia mencatat pengiriman iPhone mencapai 60,4 juta unit dengan pangsa pasar sekitar 20%, naik dari 19% pada tahun sebelumnya.

Persaingan ini menunjukkan bahwa pasar premium tetap menjadi arena utama bagi dua pemain besar tersebut. Samsung memimpin secara volume, sementara Apple menjaga pengaruh kuat melalui basis pengguna dan reputasi merek di segmen mahal.

Produsen China ikut bersaing, tetapi kehilangan tenaga

Tekanan pasar juga datang dari merek-merek asal China seperti Xiaomi, OPPO, dan Vivo. Ketiganya masih agresif memperluas jangkauan, terutama di negara berkembang, tetapi masing-masing justru mencatat penurunan pengiriman secara tahunan.

Xiaomi membukukan 33,8 juta unit dengan pangsa pasar 11%, turun 19% secara tahunan. OPPO mengirimkan 30,7 juta unit dengan pangsa 10%, sedangkan Vivo berada di posisi berikutnya dengan 21,3 juta unit dan pangsa 7%.

Pasar global belum pulih penuh

Di tengah persaingan yang ketat itu, kondisi industri smartphone global masih belum benar-benar membaik. Omdia menyoroti bahwa pada kuartal pertama 2026, pertumbuhan pasar hanya sekitar 1%, sementara biaya komponen seperti chip memori masih menjadi tekanan.

Situasi tersebut membuat kinerja Samsung terlihat menonjol. Saat banyak produsen menghadapi permintaan yang lemah dan tekanan biaya, kombinasi flagship, kelas menengah, dan jangkauan pasar yang luas membantu Samsung tetap bertahan di posisi teratas.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer