Samsung Foundry dilaporkan telah memulai riset dan pengembangan chip generasi keempat milik Neuralink dengan nama kode internal O1. Chip ini disebut akan dibuat memakai proses 4nm Samsung untuk dipakai dalam sistem antarmuka otak-komputer Neuralink.
Kabar tersebut menandai langkah baru Samsung masuk ke komponen yang jauh lebih sensitif daripada chip untuk perangkat elektronik umum. Jika laporan ini akurat, peran Samsung tidak lagi sekadar menjadi pemasok chip, melainkan berada di inti perangkat yang membaca dan menerjemahkan sinyal dari otak.
Chip yang menjadi pusat sistem Neuralink
Neuralink mengembangkan implan otak yang dirancang agar pengguna bisa mengendalikan perangkat lewat sinyal otak, bukan melalui gerakan fisik. Karena sistem ini dipasang lewat prosedur bedah yang melibatkan bagian tengkorak, chip menjadi komponen penting dalam keseluruhan perangkat.
Di titik ini, Samsung disebut memegang peran strategis dalam mendukung generasi chip berikutnya yang dipakai Neuralink. Menurut laporan Hankyung, ini juga menjadi kontrak pertama yang berhasil diamankan Samsung dari perusahaan milik Elon Musk tersebut.
Laporan yang sama menyebut Samsung mulai mengerjakan proyek itu pada akhir tahun lalu. Produksi chip uji pertama kemudian disebut telah dimulai bulan lalu sebagai tahap awal sebelum pengembangan bergerak lebih jauh.
Jadwal masih panjang, produksi massal menunggu hasil uji
Chip O1 dijadwalkan untuk dikirim pada paruh pertama 2027. Jadwal itu menunjukkan proyek masih berada di tahap awal hingga menengah, meski sudah memasuki fase pengujian silikon.
Apabila pengujian berjalan sesuai target, produksi massal disebut bisa dimulai pada paruh kedua tahun depan. Artinya, hasil uji menjadi penentu utama apakah kerja sama ini dapat naik ke skala komersial penuh.
Sejauh ini, belum ada rincian tambahan soal spesifikasi teknis chip selain penggunaan proses 4nm dan statusnya sebagai chip generasi keempat. Nilai kontrak, volume produksi awal, dan detail teknis lainnya juga belum diungkap.
Meski begitu, pemilihan proses 4nm memberi sinyal bahwa Neuralink membutuhkan chip dengan efisiensi dan kinerja tinggi. Untuk perangkat implan otak, ukuran kecil, konsumsi daya rendah, dan keandalan menjadi faktor yang sangat krusial.
Relasi Samsung dan ekosistem Elon Musk kian melebar
Hubungan bisnis Samsung dengan perusahaan-perusahaan yang terhubung dengan Elon Musk sebenarnya sudah terjalin di beberapa bidang lain. Samsung sebelumnya telah memproduksi chip untuk kendaraan listrik Tesla, server AI, dan robot humanoid.
Karena itu, masuknya Neuralink ke daftar kerja sama memperluas cakupan kolaborasi Samsung di ekosistem Musk. Bagi Samsung Foundry, proyek seperti ini juga bisa menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan manufaktur chip di sektor yang sangat khusus.
Bagi Neuralink, dukungan dari foundry besar seperti Samsung berpotensi membantu kesiapan produksi ketika teknologi mereka bergerak ke tahap berikutnya. Namun, karena informasi ini masih bersumber dari laporan media dan belum diumumkan lengkap oleh kedua perusahaan, detail akhir proyek masih bisa berubah.
Yang sudah tampak jelas adalah arah kerja sama ini membawa Samsung lebih dekat ke salah satu proyek teknologi paling ambisius di lingkaran bisnis Elon Musk. Jika pengembangan berjalan sesuai jadwal, chip O1 akan menjadi penanda baru ekspansi Samsung ke aplikasi semikonduktor di luar elektronik konsumen dan otomotif.
Source: www.sammobile.com






