Samsung Raup Laba Kwartalan Rekor dari Memori AI, Galaxy Justru Tersisih

Divisi semikonduktor Samsung sedang menikmati dorongan besar dari permintaan AI, dan hasilnya terlihat sangat jelas pada kuartal pertama. Bisnis memori perusahaan mencetak rekor penjualan kuartalan baru, sementara laba operasional Samsung melonjak tajam di tengah pergeseran sumber keuntungan utama.

Pendorong terkuat datang dari kebutuhan global atas memori AI. Perusahaan teknologi besar dan pengembang AI enterprise terus mencari komponen yang lebih canggih untuk server dan platform komputasi generatif, dan Samsung berhasil menangkap momentum itu dengan mempercepat posisinya di pasar.

Di tengah permintaan tersebut, Samsung menjadi yang pertama memproduksi massal HBM4 dan SOCAMM2 untuk platform Vera Rubin milik NVIDIA. Perusahaan juga merilis SSD PCIe Gen6 sesuai jadwal, langkah yang memperkuat posisinya di infrastruktur AI ketika kebutuhan pusat data berubah cepat.

Kinerja ini ikut ditopang pasokan yang terbatas dan harga industri yang lebih tinggi. Namun, Samsung menilai keunggulan teknisnya membuat perusahaan dapat memetik manfaat lebih besar dari kondisi pasar yang menguntungkan itu.

Pada kuartal pertama 2026, pendapatan konsolidasi Samsung mencapai 133,9 triliun KRW atau sekitar $90 miliar. Laba operasionalnya melonjak 753% secara tahunan menjadi 57,2 triliun KRW, angka yang menegaskan betapa besar pengaruh bisnis chip terhadap hasil perusahaan kali ini.

Divisi Device Solutions atau DS, yang menaungi bisnis semikonduktor Samsung, menjadi motor utama lonjakan tersebut. Divisi ini membukukan pendapatan 81,7 triliun KRW, dengan bisnis memori mencatat capaian baru yang mengangkat keseluruhan kinerja perusahaan.

Samsung juga menyatakan bahwa permintaan memori server masih sangat tinggi. Tren itu didorong semakin luasnya penggunaan agentic AI di berbagai kebutuhan komputasi, sehingga kebutuhan terhadap memori canggih belum menunjukkan tanda melambat dalam waktu dekat.

Untuk menjaga posisi di segmen itu, Samsung berencana mengirim sampel HBM4E pertamanya pada kuartal kedua. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mempertahankan keunggulan di pasar memori AI yang bergerak cepat.

Sementara bisnis chip melesat, divisi mobile Samsung tetap mencatat angka besar, tetapi arahnya berbeda. Divisi MX yang menaungi ponsel Galaxy membukukan pendapatan 38,1 triliun KRW, naik 30% dari kuartal sebelumnya berkat strategi yang berfokus pada produk premium dan efisiensi biaya.

Meski pendapatannya naik, laba operasional divisi mobile justru turun 34,88% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan bahwa Galaxy masih penting bagi arus kas Samsung, tetapi bukan lagi sumber lonjakan laba terbesar pada periode ini.

Samsung juga mengakui bahwa dorongan awal dari peluncuran produk mulai memudar. Perusahaan memperkirakan pendapatan pada kuartal kedua akan menurun, sehingga strategi baru diperlukan untuk menjaga ritme bisnis.

Sebagai respons, Samsung menyiapkan peluncuran perangkat A-series baru dan berencana memberi perhatian lebih besar pada ponsel lipat pada paruh akhir 2026. Di sisi lain, bisnis foundry perusahaan bersiap meningkatkan produksi chip 2nm untuk produk mobile pada paruh kedua 2026, dengan target menghadirkan chip yang lebih cepat dan efisien untuk perangkat Galaxy mendatang.

Gambaran kuartal pertama ini memperlihatkan perubahan pusat keuntungan Samsung. Jika sebelumnya ponsel Galaxy sering menjadi wajah utama bisnis perusahaan, kali ini dorongan terbesar justru datang dari komponen di balik layar pusat data AI.

Source: www.androidcentral.com

Berita Terkait