Samsung disebut sedang menyiapkan panggung Galaxy Unpacked dengan arah yang berbeda dari biasanya. Acara yang selama ini lekat dengan ponsel lipat berpotensi menjadi momen debut kacamata pintar Galaxy pertama pada Juli 2026.
Perangkat itu dikabarkan akan meluncur bersama Galaxy Z Fold 8 Wide. Jika jadwal tersebut tepat, Samsung akan menempatkan perangkat wearable berbasis AI sebagai sorotan utama, bukan sekadar pelengkap untuk lini ponsel dan jam tangan.
Langkah baru Samsung di ranah XR
Dorongan Samsung ke arah itu juga memperkuat sinyal bahwa perusahaan semakin serius masuk ke pasar extended reality atau XR. Sebelumnya, Samsung disebut tengah menyiapkan tiga model kacamata Galaxy untuk 2026.
Kehadiran kategori ini penting karena Samsung belum mengumumkan secara resmi rencana masuk ke smart glass. Namun, berbagai bocoran yang sudah beredar mulai memberi gambaran awal tentang desain, platform, dan spesifikasi yang sedang dikerjakan.
Desain yang dibuat tidak terlalu mencolok
Salah satu detail yang paling menonjol adalah arah desain yang disebut mirip Wayfarer ala Meta Ray-Ban. Pendekatan seperti ini menunjukkan Samsung tampaknya ingin membuat perangkat yang terasa lebih dekat dengan kacamata harian.
Pilihan desain semacam itu biasanya penting untuk produk wearable. Semakin sederhana tampilannya, semakin besar peluang perangkat diterima oleh pengguna umum yang belum akrab dengan perangkat XR.
Android XR dan chip khusus
Dari sisi platform, kacamata pintar Galaxy ini disebut memakai Android XR sebagai basisnya. Langkah tersebut memberi gambaran bahwa Samsung ingin menempatkan produknya di ekosistem Android yang lebih luas.
Di bagian perangkat keras, perangkat ini dikabarkan menggunakan chipset Snapdragon AR1 kustom. Chip itu disebut dirancang agar terintegrasi mulus dengan ekosistem perangkat Samsung yang saling terhubung.
Kamera, audio, dan baterai
Bocoran lain menyebut adanya kamera 12 MP Sony IMX-681. Kamera ini berpotensi dipakai untuk fungsi visual, dokumentasi cepat, dan fitur berbasis AI yang membutuhkan input dari lingkungan sekitar.
Untuk audio, Samsung disebut memilih bone-conduction. Pendekatan open-ear ini memungkinkan pengguna tetap mendengar suara sekitar tanpa menutup telinga sepenuhnya, sehingga cocok untuk pemakaian luar ruang.
Kapasitas baterainya dikabarkan berada di angka 155mAh. Angka itu mengarah pada prioritas desain ringkas dan nyaman dipakai, meski daya tahan aktualnya belum bisa dipastikan dari bocoran yang ada.
Tiga model dalam jalur pengembangan
Samsung juga disebut memiliki tiga perangkat dalam jalur pengembangan dengan nomor model SM-O200P, SM-O200J, dan SM-O500. Belum ada kejelasan model mana yang akan lebih dulu tampil di panggung Unpacked.
Salah satu model itu disebut bisa menjadi pembuka untuk perangkat lain yang menyusul kemudian. Pola seperti ini memberi ruang bagi Samsung untuk membangun portofolio XR yang lebih bertahap.
Posisi harga dan dampaknya untuk Unpacked
Perkiraan harga kacamata pintar Galaxy ini berada di kisaran $379 hingga $499. Rentang tersebut menempatkannya di level yang relatif masih terjangkau untuk kategori wearable pintar.
Meski begitu, harga finalnya belum dapat dipastikan karena informasi yang beredar masih berupa spekulasi. Gambaran itu tetap memberi petunjuk bahwa Samsung kemungkinan ingin membawa produk ini ke kelas wearable premium konsumen, bukan perangkat eksperimental yang terlalu jauh dari jangkauan pengguna umum.
Jika benar diumumkan pada Juli 2026, peluncuran ini bisa mengubah wajah Galaxy Unpacked. Ajang yang identik dengan ponsel lipat dan jam tangan pintar berpotensi bergeser menjadi etalase besar untuk strategi AI wearable Samsung.
Samsung sendiri belum mengonfirmasi perangkat tersebut secara resmi. Namun, dengan jadwal yang makin spesifik dan detail bocoran yang terus bertambah, perhatian terhadap kacamata pintar Galaxy pertama diperkirakan akan terus meningkat menuju Juli 2026.
Source: gadgets.beebom.com





