Sananta dan Rivera Jadi Andalan Baru Persebaya, Tavares Tuai Pujian Legenda

Langkah Persebaya Surabaya dalam merapikan skuad untuk musim Liga Indonesia 2026-2027 mulai mendapat sorotan positif. Dua legenda Bajol Ijo, Yusuf Ekodono dan Ibnu Graham, menilai strategi transfer Bernardo Tavares menunjukkan arah yang jelas, terutama karena klub bergerak menutup titik lemah yang selama ini kerap mengganggu.

Perubahan paling terasa ada di lini depan. Kehadiran Ramadhan Sananta dipandang sebagai jawaban atas masalah ketajaman yang belum terselesaikan, sementara Persebaya juga tetap menjaga pemain yang memberi pengaruh besar seperti Francisco Rivera dan Jeferson Silva.

Sananta diproyeksikan memperbaiki daya gedor

Ibnu Graham menilai Persebaya selama ini kesulitan menemukan penyerang yang benar-benar memberi dampak besar. Ia menyoroti kontribusi Mihailo Petrovic yang hanya mencetak lima gol dalam satu musim dan menyebut situasi itu sebagai salah satu alasan utama kebutuhan mendatangkan Sananta.

Menurut Ibnu, masuknya Sananta bisa membuat lini depan Persebaya jauh lebih tajam. Ia menegaskan bahwa rekrutmen di posisi depan menjadi pekerjaan yang berulang bagi klub dan kali ini peluangnya terlihat lebih menjanjikan.

“Persebaya selalu gagal merekrut pemain di posisi depan. Mihailo Petrovic tidak bisa diharapkan, hanya lima gol dalam satu musim. Masuknya Sananta pasti akan mempertajam lini depan Persebaya,” tegas Ibnu.

Rivera tetap dipertahankan karena kualitasnya menonjol

Di sektor kreatif, Tavares juga disebut tidak ragu mempertahankan Francisco Rivera. Yusuf Ekodono menilai keputusan itu sangat masuk akal karena Rivera memiliki kualitas di atas rata-rata pemain lain di kompetisi saat ini.

Yusuf menyebut Rivera sebagai sosok yang memberi jaminan kreativitas dan pengalaman bagi tim. Menurutnya, pemain seperti itu sulit dicari dalam waktu singkat, sehingga wajar bila Bernardo ingin Rivera tetap bertahan di Persebaya.

“Tidak pernah meragukan kemampuan Rivera, dia memiliki kelebihan rata-rata di antara pemain lain. Tidak heran bila Bernardo minta Rivera tetap bertahan di Persebaya,” kata Yusuf.

Perpaduan pemain lokal dan asing mulai dibentuk

Rencana Persebaya tidak berhenti pada satu nama. Sejumlah pemain lokal juga masuk dalam rancangan skuad, seperti Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, dan Dicky Kurniawan, yang disiapkan untuk memperkuat pertahanan, serangan, dan lini tengah serang.

Kombinasi itu dipadukan dengan pemain asing yang sudah lebih dulu memberi pengaruh, termasuk Jeferson Silva. Yusuf menilai pola seperti ini penting agar tim tidak bergantung pada satu atau dua pemain saat menghadapi musim yang panjang dan ketat.

Nama PemainPeran yang DisebutKeterangan
Ramadhan SanantaPenyerang utamaDiproyeksikan menambah ketajaman lini depan
Francisco RiveraPemain kreatifDipertahankan karena kualitas dan pengalaman
Jeferson SilvaPemain asing pentingTetap menjadi bagian dari proyek tim
Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, Dicky KurniawanPemain lokal pendukungDisiapkan untuk memperkuat beberapa sektor tim

Tavares dinilai cepat memahami kebutuhan tim

Yusuf Ekodono melihat Bernardo Tavares cepat membaca kondisi Persebaya meski baru bekerja setengah musim. Ia menilai keputusan transfer yang diambil sekarang menunjukkan pelatih asal Portugal itu sudah memahami karakter pemain yang dibutuhkan untuk meningkatkan performa tim.

“Baru bergabung dengan Persebaya hanya setengah musim, sekarang Bernardo paham betul siapa pemain yang dibutuhkan Persebaya untuk musim kompetisi nanti,” ujar Yusuf Ekodono.

Penilaian itu muncul saat Persebaya bergerak aktif membangun skuad untuk menghadapi musim baru. Manajemen juga memberi ruang penuh kepada Tavares untuk menentukan komposisi tim tanpa campur tangan.

Bursa pemain masih berjalan

Di saat pujian terhadap strategi transfer menguat, Persebaya masih memproses administrasi empat pemain asing yang sebelumnya bermain di Liga Vietnam dan satu pemain asal Jerman. Sekretaris Tim Persebaya, Ram Surahman, mengatakan identitas para calon pemain itu belum dibuka ke publik.

Langkah tersebut diambil agar klub lain tidak ikut membidik mereka dengan tawaran kontrak yang lebih besar. “Kalau diumumkan sekarang khawatir dibidik tim lain dengan tawaran kontrak lebih besar. Sengaja kita diamkan dulu sampai proses administrasi tuntas,” jelas Ram.

Tekanan menuju gelar tetap tinggi karena target juara juga datang dari dorongan besar Bonek menjelang perayaan 100 tahun klub. Dalam sejarah setelah peleburan liga amatir dan profesional, Persebaya baru meraih dua gelar kasta tertinggi, yakni pada 1997 dan terakhir pada 2024.

Kondisi itu membuat pergerakan di bursa pemain menjadi sangat penting. Publik kini menunggu apakah racikan Tavares mampu menjaga Persebaya tetap kompetitif hingga perebutan gelar musim mendatang.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait