Sapi Bisa Merumput Di Tengah Panel Surya, Model Lahan Ganda Ini Ubah Cara Pakai Tanah

Di Christiana, Tennessee, sebuah lahan surya seluas 40 acre dipakai untuk dua kepentingan sekaligus. Di bawah panel-panelnya, 10 induk sapi bersama anak-anaknya dibiarkan merumput dan bergerak bebas.

Model ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bahwa lahan untuk energi tidak harus berhenti hanya sebagai pembangkit listrik. Silicon Ranch mencoba membuktikan bahwa peternakan sapi dan instalasi surya bisa berbagi ruang yang sama tanpa saling menyingkirkan.

Pendekatan seperti ini dikenal sebagai agrivoltaics atau dual-use solar. Prinsipnya sederhana: satu bidang tanah dipakai untuk panel surya dan aktivitas pertanian, sehingga tanah tetap produktif untuk energi sekaligus ternak.

Yang menarik, proyek di Christiana ini berbeda dari banyak contoh lain yang biasanya menempatkan tanaman atau domba kecil di bawah panel. Silicon Ranch justru memilih sapi, dan fasilitas tersebut disebut sebagai yang pertama untuk model seperti ini.

Naungan panel untuk tanah dan ternak

Keberadaan panel di atas lahan memberi manfaat yang melampaui produksi listrik. Naungan dari panel membantu menjaga kelembapan topsoil agar tidak cepat mengering, sehingga lahan berpotensi lebih tahan menghadapi musim kering.

Dalam kondisi tertentu, efek itu juga dapat mengurangi kebutuhan irigasi. Bagi ternak, area teduh di bawah panel menyediakan tempat beristirahat dari panas langsung sepanjang hari.

Silicon Ranch menilai naungan tersebut ikut berdampak pada kebutuhan air hewan dan tingkat stres panas. Dengan kata lain, panel surya tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi sapi.

Panel harus bisa digerakkan

Agar sapi dapat masuk dan merumput di area bawah panel, instalasi ini tidak memakai susunan panel yang diam pada posisi vertikal. Jika panel dibiarkan seperti itu, ruang gerak ternak akan terlalu sempit.

Untuk mengatasinya, Silicon Ranch menggunakan teknologi internal bernama CattleTracker. Lewat perangkat lunak itu, pekerja dapat memiringkan panel hingga hampir horizontal saat ternak perlu berada dekat instalasi.

Pengaturan tersebut menciptakan ruang yang cukup bagi sapi untuk berpindah dan merumput. Namun, perubahan sudut panel juga membuat efisiensi pembangkitan listrik turun pada tingkat tertentu selama periode itu.

Agar output tetap optimal, kawanan sapi dipindahkan antar kandang setiap beberapa hari. Dengan pola ini, sebagian panel dapat kembali bekerja pada kapasitas produksi terbaik yang diperkirakan sekitar 5 megawatt listrik.

Arah baru untuk penggunaan lahan

Bagi Silicon Ranch, proyek ini bukan sekadar percobaan teknis. Perusahaan berbasis Nashville itu melihat model dual-use solar sebagai arah baru bagi pertanian dan energi.

Pendekatan ini juga memberi jawaban atas persoalan lahan yang kerap muncul dalam pengembangan energi terbarukan. Alih-alih memilih antara produksi pangan atau listrik, satu bidang tanah dapat menghasilkan dua manfaat sekaligus.

Untuk peternak, model seperti ini membuka peluang mempertahankan fungsi ekonomi lahan tanpa harus meninggalkan aktivitas utama mereka. Untuk sektor energi, cara ini memberi ruang lain untuk memperluas pembangkit surya tanpa mengorbankan seluruh area pertanian.

Di tengah kebutuhan energi bersih yang terus meningkat, kombinasi panel surya dan peternakan sapi di Christiana menunjukkan bahwa lahan bisa dipakai lebih fleksibel. Di sana, satu bidang tanah kini tetap menghasilkan listrik sekaligus menjadi padang rumput yang hidup.

Berita Terkait