Satu-Satunya Wakil Tunggal Putri Indonesia, Thalita Hadapi Ratchanok Intanon Di Bangkok

Harapan Indonesia di sektor tunggal putri Thailand Open 2026 kini bertumpu pada Thalita Ramadhani Wiryawan. Di babak kedua yang digelar di Nimibutr Stadium, Bangkok, ia langsung dihadapkan pada tantangan besar berupa unggulan ketiga tuan rumah, Ratchanok Intanon.

Pertemuan ini menarik perhatian karena menjadi duel pertama bagi keduanya. Situasinya juga terasa lebih berat karena Thalita menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih tersisa di nomor tunggal putri pada turnamen BWF World Tour Super 500 itu.

Lawan berpengalaman di depan mata

Ratchanok bukan lawan sembarangan bagi Thalita. Tunggal putri Thailand tersebut pernah menjuarai dunia pada 2013 dan datang ke laga ini dengan status unggulan ketiga.

Dengan latar seperti itu, Thalita diperkirakan perlu tampil disiplin sejak awal pertandingan. Kesalahan kecil bisa menjadi masalah besar saat menghadapi pemain yang sudah terbiasa tampil di level elite.

Modal dari laga sebelumnya

Thalita sendiri membawa bekal dari pertandingan yang tidak kalah ketat. Pada babak sebelumnya, ia sempat tertinggal lebih dulu saat menghadapi wakil India, Isharani Baruah, sebelum akhirnya membalikkan keadaan.

Gim pembuka berjalan sulit dan berakhir 15-21 untuk Isharani. Thalita lalu bangkit di gim kedua dengan kemenangan tipis 21-19 meski sempat goyah pada momen penting.

Di gim penentuan, permainan Thalita terlihat lebih stabil. Ia menutup laga dengan skor 21-15 dan memastikan langkah ke babak kedua.

Fokus pada permainan aman

Menjelang duel melawan Ratchanok, Thalita menekankan kebutuhan untuk bermain lebih aman. Ia ingin meminimalkan kesalahan sendiri agar bisa memberi perlawanan yang lebih baik.

“Besok (hari ini) lawan Intanon pasti tidak mudah, jadi saya mau lebih maksimal, tidak banyak mati sendiri dan lebih safe,” ujar Thalita dalam keterangan resminya melalui PP PBSI.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Thalita sadar betul beratnya tantangan yang menanti. Namun, kebangkitannya pada laga sebelumnya memberi gambaran bahwa ia masih punya peluang untuk membuat pertandingan berjalan lebih kompetitif.

Beban menjaga asa tunggal putri

Kondisi Thalita sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di sektor tunggal putri membuat laga ini punya bobot tambahan. Hasil pertandingan bukan hanya menentukan nasibnya di turnamen, tetapi juga menjaga asa Indonesia tetap hidup di nomor tersebut.

Tekanan dari tuan rumah tentu akan hadir sepanjang laga. Karena itu, keseimbangan antara keberanian dan ketenangan menjadi kunci jika Thalita ingin bertahan lebih jauh di Bangkok.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait