SEEAA Fund II diproyeksikan menekan sekitar 3 juta ton emisi CO2, memberi manfaat bagi 3,5 juta orang, dan menciptakan kurang lebih 5.000 lapangan kerja baru di Asia Selatan serta Asia Tenggara. Target itu menempatkan dana ini sebagai salah satu instrumen pembiayaan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan usaha, tetapi juga hasil sosial dan lingkungan yang terukur.
Di balik rencana tersebut, Schneider Electric menggandeng Swiss-Asia Financial Services untuk menghimpun dana melalui Schneider Electric Energy Access Asia Fund II atau SEEAA Fund II. Skema yang dipakai adalah blended finance, dengan tujuan menutup kesenjangan pendanaan tahap awal yang masih kerap dihadapi startup energi bersih di kawasan Asia.
Fokus pada bisnis berbasis teknologi
Dana ini menyasar model bisnis berbasis teknologi yang dinilai punya peluang skala besar. Sektor yang masuk radar mencakup pembangkitan energi, efisiensi energi, manajemen energi, ekonomi sirkular, dan pembiayaan hijau.
Dengan fokus itu, SEEAA Fund II diarahkan untuk memperkuat transisi energi di Asia, bukan sekadar menyediakan modal. Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa pendanaan energi bersih kini semakin dikaitkan dengan dampak operasional dan sosial yang bisa diukur secara jelas.
Indonesia tetap menjadi pasar penting
Indonesia masih memegang posisi penting dalam portofolio regional SEEAA karena jejak hasil dari investasi sebelumnya melalui SEEAA Fund I. Hingga akhir Desember 2025, perusahaan-perusahaan Indonesia yang didukung SEEAA telah menjangkau lebih dari 38.000 penerima manfaat dan menekan emisi lebih dari 407.000 tCO2e.
Sejumlah startup yang sudah menerima dukungan antara lain Xurya dan Solarkita di sektor PLTS atap, Dash Electric di bidang logistik rendah karbon, serta Agros yang menawarkan solusi pertanian berkelanjutan bagi petani kecil. Deretan nama itu memperlihatkan bahwa dampak pendanaan tidak berhenti pada teknologi, tetapi juga menyentuh kebutuhan lapangan yang lebih luas.
Kombinasi pengalaman investasi dan pengelolaan dana
Kemitraan Schneider Electric dan Swiss-Asia Financial Services menggabungkan pengalaman transisi energi dan investasi berdampak dengan kemampuan pengelolaan dana serta keterlibatan investor. Kombinasi ini diharapkan membuka akses modal yang selama ini menjadi hambatan utama bagi perusahaan rintisan di sektor energi bersih.
Swiss-Asia Financial Services juga menegaskan komitmennya terhadap ekosistem wirausaha di Indonesia. Menurut Pying-Huan Wang, CEO Swiss-Asia Financial Services, SEEAA Fund II akan menjadi dana ketiga yang mereka kelola untuk investasi di pasar lokal.
Struktur pendanaan diperkuat dengan dukungan tambahan
Untuk menyempurnakan struktur dana, Schneider Electric memanfaatkan Asia Climate Solutions Design Grant dari Convergence. Langkah ini sejalan dengan ambisi keberlanjutan perusahaan untuk memperluas akses energi yang terjangkau dan berkelanjutan bagi komunitas yang belum terlayani.
SEEAA Fund II pun tampil sebagai kelanjutan dari strategi pembiayaan yang lebih terarah, dengan fokus pada skala dampak dan kesiapan pasar. Di tengah besarnya kebutuhan pendanaan awal di sektor energi bersih, inisiatif ini menjadi dorongan baru bagi ekosistem startup yang bergerak di solusi energi di Asia.
