Sejumlah Wilayah Masih Siaga Hujan Lebat, Meski Monsun Australia Mulai Menekan Curah Hujan

Author: Redaksi Android62

Sejumlah wilayah di Indonesia masih perlu meningkatkan kewaspadaan karena hujan sedang hingga lebat diperkirakan tetap muncul dalam beberapa hari ke depan. Meski monsun Australia mulai menguat dan menekan peluang hujan secara umum, kondisi atmosfer belum sepenuhnya stabil sehingga cuaca di banyak daerah masih mudah berubah.

BMKG menyebut periode 8–10 Mei 2026 menjadi fase yang perlu diperhatikan. Pada rentang ini, cuaca Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan lebat, dengan beberapa wilayah masuk kategori siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat.

Wilayah yang perlu siaga

Status siaga pada 8–10 Mei 2026 berlaku untuk Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Tengah. Selain itu, Nusa Tenggara Timur dan Maluku juga berpotensi mengalami angin kencang.

BMKG juga meminta kewaspadaan atas potensi hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Kondisi itu menunjukkan bahwa penurunan hujan belum merata di seluruh wilayah. Sejumlah daerah tetap berisiko menghadapi hujan lebat meski sebagian wilayah lain mulai merasakan tanda-tanda peralihan menuju musim kemarau.

Gangguan atmosfer masih bekerja

Penyebab utama cuaca yang masih fluktuatif adalah adanya gangguan atmosfer yang aktif bersamaan. BMKG menjelaskan bahwa aktivitas MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan MRG turut memicu pertumbuhan awan hujan, ditambah pengaruh Siklon Tropis Hagupit di utara Papua.

Dalam sepekan ke depan, MJO diprakirakan berada pada fase 2 di Samudra Hindia dan berpotensi bergerak ke fase 3. Dampaknya dapat melintasi sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di pesisir timur Sumatera, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di sebagian NTT, Sulawesi bagian selatan, Maluku, dan pesisir barat Papua.

Panas siang hari masih terasa menyengat

Di tengah berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari, suhu udara di beberapa wilayah justru meningkat cukup tinggi. BMKG mencatat suhu maksimum lebih dari 35,0°C hingga 37,1°C pada periode 4–6 Mei 2026 di Kalimantan Timur, Papua Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

Kondisi ini sejalan dengan menguatnya aliran udara kering dari Australia. Udara dengan kandungan uap air yang lebih rendah membuat peluang hujan menurun, tetapi panas permukaan setelah siang hari masih dapat memicu awan hujan tumbuh pada sore hingga malam.

Cuaca berubah-ubah, risiko belum hilang

Walau sebagian wilayah mulai memasuki kemarau, hujan lebat hingga ekstrem masih sempat tercatat di Jawa Barat, Kalimantan Barat, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, DK Jakarta, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Ini menegaskan bahwa pola cuaca masih bergerak dinamis dan belum sepenuhnya berpihak pada kondisi cerah.

Memasuki 11–14 Mei 2026, cuaca umumnya diperkirakan didominasi hujan ringan hingga hujan sedang. Namun hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua, dan Papua Selatan.

Pada periode itu, peringatan siaga hujan lebat hingga sangat lebat berlaku di Papua Tengah dan Papua Pegunungan. BMKG tidak mencatat potensi angin kencang pada periode 11–14 Mei 2026.

BMKG mengimbau masyarakat tetap melindungi diri dari paparan sinar matahari saat cuaca cerah, termasuk dengan tabir surya dan cukup minum. Warga yang banyak beraktivitas di luar pada siang hari juga diminta menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan, serta terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Source: www.bmkg.go.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru