Sekolah Ini Punya Bengkel Resmi Honda, Siswa SMK Langsung Latihan Layani Pelanggan

Author: Redaksi Android62

Di SMK Negeri 3 Mandau, Riau, siswa kini tidak hanya belajar merawat motor di ruang praktik. Mereka juga menangani kendaraan pelanggan secara langsung di Pos AHASS Teaching Factory, fasilitas yang dibangun dengan standar bengkel resmi Honda.

Model ini membuat lingkungan sekolah terasa seperti bengkel kerja yang sesungguhnya. Siswa berhadapan dengan alur layanan purna jual, ritme kerja industri, dan tuntutan ketelitian yang biasa ditemui di bengkel resmi.

Sekolah yang Jadi Titik Servis Nyata

Pos AHASS TEFA di SMKN 3 Mandau diresmikan sebagai fasilitas pendidikan vokasi berstandar industri. Sekolah ini menjadi SMK mitra binaan pertama di Riau yang mengoperasikan bengkel resmi Honda dengan standar industri nyata.

Keberadaan fasilitas tersebut juga ditujukan untuk mendekatkan layanan servis sepeda motor kepada masyarakat, terutama di wilayah rural. Di saat yang sama, sekolah memperoleh ruang belajar yang benar-benar dipakai untuk aktivitas layanan.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi AHM dengan Main Dealer Capella Dinamik Nusantara Riau. Skema itu menempatkan sekolah sebagai tempat belajar sekaligus titik layanan yang melayani konsumen secara langsung.

Siswa Belajar dari Pekerjaan Harian

Di bengkel itu, siswa ikut terlibat dalam servis harian. Namun, pengerjaan hanya dilakukan oleh siswa yang sudah lulus Uji Kompetensi Keahlian Astra Honda dan tetap berada di bawah pengawasan teknisi ahli dari AHASS mitra terdekat.

Pendekatan teaching factory dipakai agar pembelajaran lebih dekat dengan kebutuhan industri. Karena itu, siswa tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga dibiasakan dengan disiplin kerja dan standar layanan kepada konsumen.

Muhammad Faried Hidayat, siswa kelas XI, menilai fasilitas ini membuat kepercayaan diri meningkat untuk menatap karier profesional. Ia mengatakan metode pembelajaran praktik di Pos AHASS TEFA membantu pelajar memahami ritme kerja industri sesungguhnya agar mampu memberi layanan terbaik.

Manfaat untuk Warga dan Dunia Kerja

Secara operasional, Pos AHASS TEFA di SMKN 3 Mandau didukung tiga pit kerja. Kapasitas itu memungkinkan bengkel melayani hingga 12 unit sepeda motor per hari.

Layanan yang tersedia mencakup perawatan berkala, penggantian oli, hingga penyediaan Honda Genuine Part. Dengan begitu, bengkel sekolah ini tidak berhenti sebagai laboratorium tertutup, tetapi benar-benar melayani kebutuhan pemilik motor di sekitar wilayah tersebut.

Skema ini memberi manfaat ganda bagi masyarakat dan siswa. Konsumen mendapat akses servis yang lebih dekat, sedangkan siswa memperoleh pengalaman menangani kendaraan pelanggan dengan standar kerja yang terukur.

Dorongan agar Lulusan Lebih Siap

Kepala SMKN 3 Mandau Agus Subagiyo menyebut peresmian Pos AHASS TEFA sebagai fondasi untuk mengembangkan siswa agar merasakan dunia industri langsung di sekolah. Ia juga menegaskan komitmen sekolah untuk menjadikan fasilitas itu sebagai pusat belajar nyata.

Arah program ini jelas, yaitu memperbesar peluang lulusan SMK masuk ke ekosistem industri sepeda motor. Sekolah tidak hanya menghasilkan lulusan yang paham teori, tetapi juga tenaga terampil yang terbiasa dengan prosedur bengkel resmi.

General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin menyatakan program ini ditujukan untuk mencetak generasi muda unggul yang memiliki keterampilan teknis dan mental profesional. Ia berharap kehadiran Pos AHASS TEFA di Kota Duri, Bengkalis, memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar dalam layanan purna jual sepeda motor.

Bagian dari Kurikulum yang Lebih Luas

Pos AHASS TEFA di SMKN 3 Mandau merupakan bagian dari kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Astra Honda yang telah dikembangkan sejak 2010. Saat ini sudah ada 29 Pos AHASS TEFA yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia.

Penyebaran itu menunjukkan teaching factory terus dipakai untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan pendidikan vokasi. Melalui model seperti ini, sekolah mitra membentuk lulusan sejak awal agar siap masuk dunia kerja dengan bekal pengalaman teknis, pola layanan, dan kedisiplinan yang sudah diuji di lingkungan sekolah.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru