Pemprov Jawa Tengah memperkuat langkah pemerataan pendidikan lewat program Sekolah Kemitraan bersama sekolah swasta. Skema ini menyediakan pendidikan gratis bagi warga kurang mampu melalui beasiswa, dengan kuota mencapai 5.004 siswa dan tambahan fasilitas seragam tanpa biaya.
Kebijakan itu menjadi salah satu penopang capaian Jawa Tengah di bidang pendidikan pada 2026. Di saat yang sama, daerah ini juga mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas berbagai praktik yang dinilai berdampak langsung pada akses belajar dan mutu layanan pendidikan.
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti kepada Gubernur Ahmad Luthfi dalam Malam Tasyakuran Hari Pendidikan 2026 di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam, 25 Mei 2026. Dalam ajang itu, Jawa Tengah masuk jajaran daerah dengan capaian paling menonjol di sejumlah kategori pendidikan.
Salah satu capaian yang menonjol datang dari komitmen wajib belajar 13 tahun. Pemprov Jawa Tengah juga diapresiasi karena berkolaborasi dengan sekolah swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru tahun ajaran 2025/2026.
Dua penghargaan itu memperlihatkan arah kebijakan pendidikan daerah yang tidak berhenti pada perluasan akses. Pemerintah provinsi juga mendorong agar lebih banyak pihak terlibat dalam memastikan siswa bisa terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dari sisi penguatan proses belajar, Jawa Tengah meraih predikat Terbaik I untuk kategori Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia dalam mendukung pembelajaran. Pada kategori Dukungan Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik 2026, Pemprov Jawa Tengah juga menempati posisi Terbaik II.
Rangkaian penghargaan tersebut menunjukkan bahwa perbaikan mutu belajar berjalan melalui dukungan sistem dan asesmen. Pemerintah daerah dinilai aktif memanfaatkan sarana pembelajaran sekaligus ikut menopang pelaksanaan tes akademik yang menjadi bagian dari penguatan mutu pendidikan.
Prestasi Jawa Tengah tidak hanya muncul di level pemerintah daerah. Penghargaan Talenta Muda Inovasi Digital diraih siswa kelas V SD Al Kautsar Temanggung, Anantacetta Reugra Abiraya, yang menambah daftar capaian dari kalangan peserta didik.
Dari sisi pendidik, penghargaan guru pendamping berdedikasi Program Afirmasi Pendidikan Menengah 2025 Terbaik II diberikan kepada Rakhmi Oktarini dari SMAN 1 Bobotsari. Kehadiran prestasi dari siswa dan guru itu memperlihatkan ekosistem pendidikan Jawa Tengah ikut menghasilkan capaian di berbagai lapisan.
Gubernur Ahmad Luthfi menilai penghargaan tersebut dapat menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Ia menegaskan pendidikan merupakan syarat utama untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia.
Pemprov Jawa Tengah kini menyiapkan program wajib belajar 13 tahun, mulai PAUD hingga SMA. Luthfi juga menyebut pemerintah provinsi tengah berfokus mengubah pola pikir masyarakat agar lulusan SMP tidak langsung masuk dunia kerja, melainkan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Melalui kombinasi beasiswa, kemitraan dengan sekolah swasta, pemanfaatan sistem pembelajaran, dan dukungan terhadap asesmen akademik, Jawa Tengah membangun fondasi pendidikan yang lebih merata. Prestasi yang diraih pada 2026 menjadi penanda bahwa penguatan akses dan mutu berjalan beriringan di daerah ini.
Source: jateng.akurat.co






