Selandia Baru Siapkan Lonjakan Bertahap Anggaran Militer, Target 2% PDB Dalam Delapan Tahun

Author: Redaksi Android62

Selandia Baru sedang menyiapkan jalur kenaikan belanja pertahanan yang ditargetkan mencapai 2% dari PDB dalam delapan tahun. Pemerintah ingin perubahan itu berlangsung halus dan stabil, bukan melalui lonjakan besar yang sulit dipertahankan.

Menteri Pertahanan Chris Penk mengatakan arah kebijakan ini disusun untuk hampir melipatgandakan belanja militer negara. Ia menyampaikan pesan tersebut di Singapura menjelang pembukaan Shangri-La Dialogue, forum pertahanan terbesar di Asia.

Di balik rencana itu, tekanan fiskal masih menjadi pembatas utama. Pemerintah telah mengumumkan NZ$1,58 miliar pendanaan pertahanan baru pada anggaran 2026 untuk membantu modernisasi pasukan, sementara kabinet Perdana Menteri Chris Luxon juga menambahkan dana untuk pendidikan dan kesehatan.

Pada saat yang sama, defisit anggaran tetap membayangi. Pemerintah memperkirakan defisit NZ$15,06 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir 30 Juni 2026, lebih kecil dari proyeksi NZ$16,93 miliar dalam pembaruan setengah tahunan pada Desember.

Modernisasi armada jadi fokus

Kebutuhan paling mendesak ada pada pembaruan alutsista yang sudah menua. Selandia Baru mencari dua drone baru untuk intelijen dan pengawasan di Pasifik Barat Daya serta untuk pengerahan di wilayah kutub.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pengganti jangka panjang untuk dua fregat kelas Anzac yang menua dan kapal dukungan serbaguna HMNZS Canterbury. Langkah ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak hanya berfokus pada pembelian platform baru, tetapi juga pada kesinambungan kemampuan yang sudah dimiliki.

Wellington turut mengalokasikan pekerjaan perawatan kritis bagi armada kapal permukaannya. Tujuannya agar kesiapan alat utama sistem senjata yang ada tetap terjaga selama masa transisi menuju armada yang lebih baru.

Arah kebijakan baru di bawah Penk

Chris Penk baru menjabat menteri pertahanan pada April setelah menggantikan Judith Collins, yang pensiun dari politik setelah karier panjang. Ia kini menjadi figur utama dalam dorongan pemerintah untuk mempercepat pembaruan pertahanan secara bertahap.

Pernyataannya menegaskan bahwa kenaikan belanja ini tidak dimaksudkan sebagai reaksi sesaat. Pemerintah ingin membangun pola pengeluaran yang konsisten agar target 2% PDB dapat dicapai tanpa mengguncang anggaran.

Fokus kawasan dan hubungan dengan mitra

Selandia Baru adalah sekutu perjanjian Australia dan terus memperluas kehadirannya di Asia Timur bersama militer Barat serta para mitranya. Dalam pandangan Penk, interoperabilitas menjadi unsur penting, terutama dengan Australia sebagai tetangga terdekat sekaligus sekutu formal.

Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran yang terlihat jelas di Asia. Menurutnya, Selandia Baru perlu bergerak bersama Korea dan Jepang serta menjaga dan melatih kebebasan navigasi.

Arah itu muncul di tengah meningkatnya perhatian negara-negara kawasan terhadap kenaikan kekuatan militer China yang cepat. Dengan latar tersebut, Wellington berupaya menaikkan belanja pertahanan secara bertahap sambil tetap menjaga hubungan operasional dengan mitra utamanya.

Berita Terbaru