Kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran langsung menempatkan Selat Hormuz sebagai titik paling sensitif dalam negosiasi. Dalam nota kesepahaman berisi 14 poin itu, kedua pihak mengatur pembukaan jalur perdagangan, pencabutan blokade maritim, serta penarikan pasukan secara bertahap dari sekitar Iran.
Dokumen yang dibacakan oleh seorang pejabat senior pemerintahan Trump kepada para jurnalis itu juga memuat pelonggaran sanksi, rencana rekonstruksi ekonomi Iran, dan pembahasan lanjutan soal program nuklir. CNN Internasional mengutip isi draf tersebut sebagai komitmen awal yang saling mengikat.
Jalur laut dan keamanan kawasan jadi fokus awal
Poin paling mendesak dalam dokumen itu menyangkut penghentian operasi militer dan pemulihan arus kapal di kawasan Teluk Persia. Amerika Serikat, Iran, dan sekutu masing-masing sepakat menghentikan operasi militer secara segera dan permanen di semua lini, sekaligus berjanji tidak memulai perang atau operasi militer baru.
Pada saat yang sama, kedua pihak juga menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing. Kesepakatan itu bahkan menyebut komitmen menjaga integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon, serta larangan campur tangan dalam urusan dalam negeri satu sama lain.
Selat Hormuz, blokade maritim, dan tenggat 60 hari
Salah satu bagian yang paling krusial ada pada pengaturan Selat Hormuz. Amerika Serikat berjanji memulai pencabutan blokade maritim segera setelah nota kesepahaman ditandatangani dan menuntaskan penghentian blokade dalam waktu 30 hari.
Iran kemudian diminta memastikan jalur aman bagi kapal komersial dari Teluk Persia ke Laut Oman selama 60 hari tanpa biaya. Dokumen itu juga menyinggung pembersihan ranjau dalam 30 hari dan dialog dengan Kesultanan Oman mengenai administrasi masa depan serta layanan maritim di Selat Hormuz.
Tenggat politiknya tidak kalah penting. Kedua negara berkomitmen mencapai kesepakatan akhir dalam waktu maksimal 60 hari, dengan kemungkinan perpanjangan jika disepakati bersama.
Insentif ekonomi besar dan pengakhiran sanksi
Di luar keamanan, dokumen ini menawarkan insentif ekonomi dalam skala besar. Amerika Serikat bersama mitra regional akan menyusun rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran dengan nilai setidaknya 300 miliar dolar AS.
Poin ini juga menyebut seluruh lisensi, pengecualian, dan izin keuangan yang diperlukan akan diberikan oleh Amerika Serikat. Dalam paket yang sama, Washington berjanji mengakhiri seluruh jenis sanksi terhadap Iran, termasuk yang terkait dengan resolusi Dewan Keamanan PBB, Dewan Gubernur IAEA, serta sanksi sepihak AS yang bersifat primer dan sekunder.
Pemerintah AS juga akan mengeluarkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk minyak bumi, dan turunannya, termasuk layanan pendukung seperti perbankan, asuransi, dan transportasi. Selain itu, dana dan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi akan disediakan agar dapat digunakan setelah nota kesepahaman dilaksanakan.
Pengaturan nuklir dan masa berlaku kesepakatan
Poin nuklir menjadi bagian lain yang masih dijaga ketat. Iran menegaskan tidak akan mengembangkan senjata nuklir, sementara kedua pihak akan membahas stok material yang diperkaya melalui mekanisme bersama di bawah pengawasan IAEA.
Selama negosiasi masih berjalan, Iran akan mempertahankan program nuklir yang ada. Amerika Serikat, di sisi lain, tidak akan menjatuhkan sanksi baru dan tidak akan menambah pasukan di kawasan tersebut.
Poin berikutnya menambahkan mekanisme eksekutif untuk memantau keberhasilan pelaksanaan nota kesepahaman dan kepatuhan terhadap kesepakatan akhir. Langkah ini disiapkan agar implementasi tidak berhenti pada pernyataan politik semata.
Negosiasi kesepakatan akhir baru akan dimulai secara eksklusif setelah implementasi awal pada poin 1, 4, 5, 10, dan 11 berjalan. Dokumen itu ditutup dengan ketentuan bahwa kesepakatan akhir akan didukung resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat.
Ringkasan 14 poin perjanjian damai AS-Iran
| Poin | Isi utama |
|---|---|
| 1 | Penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini. |
| 2 | Penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing. |
| 3 | Negosiasi kesepakatan akhir dalam 60 hari. |
| 4 | Pencabutan blokade maritim dan penarikan pasukan AS bertahap. |
| 5 | Jaminan jalur aman kapal komersial di Selat Hormuz. |
| 6 | Rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran senilai minimal 300 miliar dolar AS. |
| 7 | Pengakhiran semua sanksi terhadap Iran. |
| 8 | Penegasan Iran tidak akan membuat senjata nuklir. |
| 9 | Penahanan status quo program nuklir dan tidak ada sanksi baru. |
| 10 | Pengecualian ekspor minyak mentah Iran dan layanan terkait. |
| 11 | Pelepasan dana dan aset Iran yang dibekukan. |
| 12 | Pembentukan mekanisme eksekutif pemantau implementasi. |
| 13 | Negosiasi kesepakatan akhir dimulai setelah poin awal dijalankan. |
| 14 | Kesepakatan akhir didukung resolusi DK PBB yang mengikat. |
Meski memuat sejumlah pembukaan besar, beberapa detail teknis masih belum tuntas, terutama soal pengayaan nuklir Iran dan mekanisme pelaksanaannya. Karena itu, keberhasilan pembukaan blokade maritim serta pemulihan arus perdagangan di Selat Hormuz akan menjadi tolok ukur awal bagi kelanjutan perjanjian ini.
