Desakan agar FIFA menjatuhkan sanksi kepada Mohammad Mohebi menguat setelah selebrasinya saat Iran menghadapi Selandia Baru menuai kecaman dari publik Barat. Gestur menirukan tembakan senjata itu dianggap provokatif karena muncul di tengah pertandingan yang sudah sarat ketegangan politik.
Mohebi mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan di SoFi Stadium dalam laga pembuka Grup G yang berakhir 2-2. Namun, perhatian publik justru lebih banyak tertuju pada selebrasinya daripada hasil pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan suasana nonteknis yang panas sejak awal.
Gelombang kritik dari media dan penggemar
Sejumlah media Amerika Serikat menilai aksi Mohebi tidak pantas dan menyebut FIFA layak turun tangan. Sebagian penggemar juga menganggap gestur itu berpotensi memperkeruh suasana pertandingan dan memicu reaksi yang lebih luas di luar lapangan.
Dalam beberapa seruan yang muncul, Mohebi bahkan didesak mendapat larangan tampil di sisa turnamen. Tuntutan itu muncul sebagai bentuk penegakan disiplin atas selebrasi yang dinilai melampaui batas olahraga.
Suasana stadion sudah tegang sejak sebelum kick-off
Kontroversi itu tidak berdiri sendiri karena laga Iran kontra Selandia Baru memang dipenuhi nuansa politik. Di dalam stadion, suporter Iran menampilkan simbol-simbol protes, termasuk bendera pra-revolusi yang dilarang.
Pihak keamanan menerapkan pemeriksaan ketat kepada penonton sebelum masuk stadion. Detektor logam dan inspeksi barang bawaan digunakan, tetapi sejumlah simbol tetap berhasil lolos ke tribun dan terlihat selama pertandingan berlangsung.
Protes juga terjadi di luar arena
Di luar stadion, ratusan demonstran berkumpul untuk menyuarakan protes terhadap pemerintah Iran sebelum laga dimulai. Di dalam tribun, sebagian suporter bahkan membalikkan badan atau mencemooh saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan.
Rangkaian aksi itu membuat duel tersebut menjadi salah satu pertandingan dengan tensi nonteknis paling tinggi di grup. Situasi itu ikut menjelaskan mengapa selebrasi Mohebi langsung memantik respons keras dari berbagai pihak.
Hasil imbang 2-2 tak menghilangkan sorotan
Secara permainan, laga berakhir imbang 2-2 setelah dua gol Selandia Baru dicetak Eljiah Just pada menit ke-7 dan 56. Iran membalas melalui Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi, tetapi nama Mohebi justru tetap menjadi pusat perhatian setelah peluit akhir.
Setelah laga tersebut, Iran dijadwalkan menghadapi Belgia pada 21 Juni 2026 di SoFi Stadium. Sorotan terhadap Mohebi kini ikut membayangi langkah Iran di turnamen, terlebih jika tekanan publik dan desakan sanksi terus berkembang.
Source: www.suara.com






