Iritnya Tembus 30,3 Km/L, Selisih Tiggo Cross Hybrid dan ICE Ternyata Tipis

Author: Redaksi Android62

Efisiensi bahan bakar menjadi pembeda paling kuat antara Chery Tiggo Cross CSH Hybrid dan versi bensin konvensional. Varian hybrid mencatat konsumsi kombinasi hingga 30,3 km per liter, sementara Tiggo Cross ICE berada di angka 17,8 km per liter.

Selisih harga keduanya memang tidak sangat jauh jika melihat varian tertinggi ICE dan model hybrid, tetapi angka konsumsi itu membuat perbandingannya terasa semakin menarik. Di pasar SUV kompak Indonesia, kombinasi irit dan tenaga besar menjadi nilai jual yang sulit diabaikan.

Harga dan posisi varian

Chery memasarkan Tiggo Cross bermesin bensin mulai Rp264,5 juta untuk varian Comfort dan Rp294,5 juta untuk varian Premium. Sementara Tiggo Cross CSH Hybrid dijual mulai Rp329,8 juta on the road Jakarta.

Dengan struktur harga itu, pembeli yang membandingkan varian tertinggi ICE dengan CSH Hybrid akan melihat jarak banderol yang tidak terlalu lebar. Namun, tambahan biaya tersebut dibarengi teknologi elektrifikasi, karakter berkendara yang lebih halus, dan efisiensi BBM yang jauh lebih tinggi.

Varian Harga Konsumsi BBM
Tiggo Cross ICE Comfort Rp264,5 juta Tidak disebutkan
Tiggo Cross ICE Premium Rp294,5 juta 17,8 km/liter kombinasi
Tiggo Cross CSH Hybrid Rp329,8 juta OTR Jakarta 30,3 km/liter kombinasi

Perbedaan paling terasa ada di konsumsi BBM

Pada penggunaan di dalam kota, Tiggo Cross ICE mencatat konsumsi sekitar 12,8 km per liter. Saat dipakai dalam rute kombinasi, angkanya naik menjadi 17,8 km per liter.

Di jalan tol dengan kecepatan rata-rata sekitar 90 km per jam, versi ICE membukukan 16,6 km per liter. Angka ini masih tergolong wajar untuk SUV kompak bermesin bensin 1.5 liter dengan transmisi otomatis CVT.

Berbeda dengan itu, Tiggo Cross CSH Hybrid mencatat 27,7 km per liter di dalam kota. Pada rute kombinasi, efisiensinya menyentuh 30,3 km per liter, lalu tetap berada di 20,4 km per liter saat dipakai di tol dengan kecepatan rata-rata sekitar 90 km per jam.

Hasil tersebut membuat keunggulan hybrid tidak hanya terlihat saat mobil terjebak kemacetan. Dalam pemakaian harian, efisiensi itu juga tetap bertahan ketika mobil masuk ke jalan bebas hambatan.

Performa hybrid datang dari motor listrik

Tiggo Cross ICE memakai mesin bensin empat silinder 1.498 cc berkode SQRG4G15. Mesin ini menghasilkan tenaga sekitar 114 dk dan torsi 138 Nm, lalu disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis CVT.

Sementara itu, Tiggo Cross CSH Hybrid tetap menggunakan mesin bensin 1.5 liter, tetapi dipadukan dengan motor listrik berkekuatan 150 kW atau setara sekitar 201 dk. Torsi yang dihasilkan mencapai 310 Nm, jauh lebih besar dibanding versi konvensional.

Karakter tersebut membuat hybrid tidak sekadar dipilih karena irit. Banyak pembeli juga akan melihat respons tenaga yang lebih cepat saat mobil mulai melaju atau ketika butuh akselerasi tambahan.

Motor listrik mampu memberikan torsi maksimal sejak putaran awal. Karena itu, tarikan terasa lebih spontan, terutama saat berkendara di lalu lintas perkotaan yang sering berhenti dan berjalan kembali.

Cara kerja sistem CSH Hybrid

Efisiensi tinggi pada Tiggo Cross CSH Hybrid berasal dari sistem yang memungkinkan mobil memanfaatkan tenaga listrik pada kecepatan rendah atau kondisi tertentu. Mesin bensin kemudian bekerja otomatis saat dibutuhkan.

Skema itu membantu menekan konsumsi BBM karena mesin tidak terus menjadi sumber tenaga utama. Di saat yang sama, perpindahan tenaga terasa lebih halus dan membuat pengalaman berkendara lebih nyaman.

Dalam penggunaan harian, pendekatan seperti ini memberi dua keuntungan sekaligus. Konsumen mendapatkan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah serta sensasi berkendara yang lebih senyap pada situasi tertentu.

Mana yang lebih masuk akal untuk pembeli

Bagi pembeli yang menempatkan harga awal sebagai prioritas utama, Tiggo Cross ICE tetap menjadi pilihan yang menarik di kelas SUV kompak. Mobil ini menawarkan dimensi ringkas, fitur modern, dan banderol yang masih kompetitif.

Namun, bagi konsumen yang menghitung biaya operasional jangka panjang, varian hybrid menghadirkan pertimbangan berbeda. Selisih harga dibayar dengan efisiensi yang jauh lebih baik, tenaga lebih besar, dan karakter berkendara yang lebih canggih.

Pada akhirnya, perbandingan Tiggo Cross CSH Hybrid dan Tiggo Cross ICE tidak hanya soal memilih mesin bensin atau hybrid. Konsumen perlu menimbang apakah yang lebih penting adalah harga beli yang lebih rendah, atau penghematan BBM serta performa yang meningkat dalam satu paket SUV kompak.

Berita Terbaru