Sausan Dwi Ramadhani keluar sebagai juara nomor tunggal dewasa putri HYDROPLUS Sirnas A Jawa Tengah 2026 setelah melewati final yang tidak sederhana. Di GOR Djarum, Jati, Kudus, ia menundukkan Jolin Angelia lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 10-21, 21-9.
Hasil itu menunjukkan bahwa gelar tidak ditentukan oleh permainan yang selalu mulus. Sausan sempat kehilangan kendali saat gim kedua, tetapi ia kembali menemukan ritme di gim penentuan dan menutup laga dengan lebih tenang.
Bagi Sausan, pembeda terbesar justru ada pada kesiapan mental. Ia menilai partai puncak seperti ini lebih menuntut fokus yang stabil daripada sekadar pola permainan yang rapi.
Pemain kelahiran Depok, Jawa Barat, 17 Oktober 2006 itu mengaku hanya mempersiapkan mental, pola permainan, dan cara mengumpulkan poin satu per satu. Saat tertinggal jauh, ia memilih menenangkan diri agar tekanan tidak ikut memengaruhi keputusan di lapangan.
Sausan juga melihat bahwa permainan Jolin tidak banyak berubah dibanding pertemuan sebelumnya. Karena itu, ia menilai faktor kesiapan masing-masing pemain menjadi pembeda paling jelas dalam duel kali ini.
Pertandingan ini terasa istimewa karena keduanya sama-sama mengenal arena yang dipakai. Sausan dan Jolin bahkan kerap berlatih bersama di GOR yang sama, sehingga final berjalan dalam suasana yang sudah akrab bagi keduanya.
Kondisi tersebut membuat tensi pertandingan tetap tinggi sejak awal. Sausan menyebut kesiapan mental menjadi sangat penting karena Jolin juga berasal dari pelatnas PBSI dan punya pengalaman yang teruji.
Di gim pertama, laga berlangsung ketat sebelum Sausan merebut keunggulan tipis. Jolin kemudian membalas dengan dominasi besar pada gim kedua, namun momentum itu berubah total ketika Sausan menguasai gim penentuan.
Sausan mampu menjaga ritme saat situasi bergeser. Ia juga memanfaatkan momen ketika lawan mulai kehilangan konsentrasi untuk memastikan gelar tetap berada di tangannya.
Dari sisi lawan, Jolin mengakui gim pertama sebenarnya masih terbuka. Ia merasa punya peluang, tetapi kehilangan fokus pada poin-poin akhir sehingga gagal mengamankan gim pembuka.
Pada gim kedua, Jolin sempat memegang kendali permainan. Namun, ia kembali lengah di gim penentuan dan Sausan berhasil mengambil alih situasi untuk menutup pertandingan.
Melalui keterangan Humas dan Media PP PBSI, Jolin mengatakan dirinya bukan tegang, melainkan terlalu berambisi untuk menjadi juara. Ia juga menilai lawannya tampil dengan kontrol permainan yang lebih baik.
Sausan sendiri tidak ingin lama-lama larut dalam euforia gelar ini. Pemain PB Djarum itu berencana memanfaatkan jeda antarsirnas A untuk mematangkan persiapan menuju turnamen berikutnya.
Ia ingin mempertahankan aspek permainan yang sudah berjalan baik. Di saat yang sama, Sausan juga menyiapkan perbaikan pada beberapa sisi agar bisa tampil lebih maksimal pada laga selanjutnya.
Source: rri.co.id






