Vivo Pocket mulai terlihat sebagai langkah serius Vivo untuk masuk ke pasar kamera genggam bergimbal yang selama ini identik dengan perangkat kreator khusus. Bocoran yang beredar menyebut perangkat ini diarahkan untuk vlogger dan pembuat konten, dengan ambisi langsung menantang lini kamera portable milik DJI.
Daya tarik utamanya ada pada sektor pencitraan. Vivo Pocket disebut membawa sensor besar 1/1,1 inci dan sensor Sony LYT-901 200 megapiksel, kombinasi yang membuat perangkat ini tampak lebih dekat ke pendekatan kamera pada ponsel flagship daripada kamera vlogging ringkas pada umumnya.
Fokus ke pengguna kreator
Vivo Pocket tidak diposisikan sebagai aksesori tambahan yang hanya mengandalkan nama besar. Perangkat ini disebut sebagai kamera handheld bergimbal yang memang dibuat untuk kebutuhan kreator, dengan bentuk ringkas agar mudah dibawa dan tetap nyaman dipakai saat merekam bergerak.
Bagi vlogger, format seperti ini biasanya menarik karena memberi stabilisasi sekaligus kepraktisan. Di tengah kebutuhan konten yang serba cepat, perangkat yang bisa langsung dipakai tanpa perlengkapan besar memang punya nilai lebih.
Sensor besar jadi sorotan utama
Informasi yang paling banyak dibahas datang dari bagian kameranya. Digital Chat Station menyebut purwarupa Vivo Pocket saat ini memakai sensor 1/1,1 inci bersama sensor Sony LYT-901 200 megapiksel.
Pembocor tersebut juga menilai Vivo menggarap perangkat ini dengan pendekatan perangkat keras yang mirip sistem imaging pada smartphone flagship. Artinya, fokusnya bukan hanya pada ukuran ringkas, tetapi juga pada kualitas hasil tangkapan gambar yang lebih premium.
Pengembangan masih berjalan
Di sisi lain, Vivo disebut sudah mulai merekrut pengalaman untuk kamera gimbal genggam pertamanya di Shenzhen. Prioritasnya diberikan kepada pengguna yang sudah terbiasa memakai produk berbasis gimbal, sehingga masukan yang dikumpulkan diharapkan lebih relevan dengan penggunaan nyata.
Langkah itu menunjukkan bahwa Vivo tampaknya ingin menyempurnakan produk berdasarkan pengalaman pengguna yang memang memahami skenario perekaman mobile. Pendekatan seperti ini juga menguatkan kesan bahwa Vivo Pocket disiapkan sebagai produk yang serius, bukan eksperimen singkat.
Jadwal rilis masih bisa berubah
Leifeng melaporkan bahwa Vivo Pocket diperkirakan meluncur pada kuartal keempat. Produksi massalnya disebut berpotensi dimulai pada Oktober, lalu peluncuran komersial menyusul antara November dan Desember.
Jadwal tersebut berbeda dari laporan sebelumnya yang sempat menyebut kamera vlogging Vivo bisa debut bersama seri X500 pada September. Ada juga informasi bahwa proyek ini awalnya diarahkan untuk kuartal ketiga, sebelum akhirnya mundur setelah merek pesaing ikut menggarap perangkat kamera genggam bergimbal serupa.
Persaingan di segmen ini makin padat
Masuknya Vivo ke kategori ini juga terjadi di tengah pergerakan merek lain. Laporan yang sama menyebut Oppo sedang menggarap proyek internal kamera genggam dengan nama sandi “Fuyao”, dan perangkat itu disebut bakal hadir pada akhir tahun ini.
Huawei dan Honor juga dikabarkan mengembangkan produk serupa. Namun, peluncuran dari keduanya disebut baru bisa terjadi sekitar 2027, sehingga persaingan terdekat tampaknya akan lebih dulu dipanaskan oleh nama-nama seperti Vivo dan Oppo.
Leifeng juga menyebut Vivo menyiapkan stok awal sekitar satu juta unit. Jumlah tersebut cukup besar untuk produk baru dan memberi sinyal bahwa perusahaan menaruh ekspektasi tinggi terhadap permintaan di pasar perangkat kreator ringkas.
Source: www.gizmochina.com