Serangan Amerika Serikat di lima provinsi Iran dalam dua hari terakhir menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 78 lainnya. Dari jumlah korban luka, 47 orang masih dirawat di rumah sakit, sementara sisanya telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Data itu memperlihatkan bahwa eskalasi terbaru belum mereda, meski gencatan senjata yang sempat disepakati sebelumnya sudah dinyatakan berakhir. Situasi di kawasan itu kini kembali berada dalam tekanan, dengan dampak yang disebut menjangkau banyak wilayah sekaligus.
Korban di Khuzestan dan sebaran serangan
IRNA mengutip Wakil Gubernur Provinsi Khuzestan Bidang Keamanan, Valiollah Hayati, yang menyebut tiga orang tewas akibat serangan di dekat Kota Ahvaz, Iran barat daya. Keterangan itu menegaskan bahwa Khuzestan menjadi salah satu titik yang terdampak dalam rangkaian serangan tersebut.
| Informasi | Data |
|---|---|
| Provinsi yang diserang | 5 provinsi |
| Korban tewas | 14 orang |
| Korban luka | 78 orang |
| Korban luka masih dirawat | 47 orang |
Gelombang balasan dan tuduhan di Selat Hormuz
Kementerian Kesehatan Iran menyebut serangan itu terjadi pada Rabu, 8 Juli 2026, dan Kamis, 9 Juli 2026. Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyampaikan data korban tersebut melalui akun X, sebagaimana dikutip www.viva.co.id pada Jumat, 10 Juli 2026.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat menuduh Iran menyerang tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Tuduhan itu kemudian diikuti gelombang serangan Washington terhadap sasaran militer Iran di sepanjang pesisir selatan negara itu.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan operasi tersebut menargetkan lebih dari 170 lokasi militer dalam waktu dua hari. Sasaran yang disebut mencakup sistem pertahanan udara, aset pengawasan pesisir, infrastruktur rudal dan pesawat nirawak, kemampuan angkatan laut, serta fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Menurut CENTCOM, serangan itu bertujuan mencegah serangan lanjutan terhadap pelayaran internasional. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak yang disebut menyasar fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya mencapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada 17 Juni lalu untuk mengakhiri konflik militer dan membuka jalan menuju kesepakatan damai jangka panjang. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (8/7) menyatakan nota kesepahaman itu telah “berakhir”, yang secara efektif mengakhiri kesepakatan tersebut dan membuka babak konfrontasi baru.
