Serangan AS Selama 9 Malam Putus Air di Hormozgan, Iran Tolak Gencatan Senjata

Serangan udara Amerika Serikat yang berlangsung selama sembilan malam berturut-turut kini berdampak pada infrastruktur sipil di Iran. Pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air di Provinsi Hormozgan dilaporkan terkena serangan, sementara Teheran menyatakan tidak lagi terikat pada gencatan senjata sementara.

Gangguan tersebut menambah tekanan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang kembali terdampak pertempuran. Lalu lintas kapal di wilayah itu dilaporkan lumpuh, sementara harga minyak mentah Brent menembus lebih dari 90 dollar AS per barel pada Senin (20/7/2026).

Pasokan Air Warga Terganggu

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa serangan udara AS pada Sabtu menghantam pembangkit listrik serta fasilitas desalinasi air di Hormozgan. Provinsi di selatan Iran ini berada dekat Selat Hormuz dan menjadi salah satu wilayah penting bagi akses maritim Iran.

IRNA melaporkan pabrik desalinasi Bonji hancur akibat serangan tersebut. Kerusakan itu memutus pasokan air bagi sekitar 10.000 warga, sedangkan fasilitas desalinasi di Pulau Qeshm juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Tiga jembatan turut menjadi sasaran pada Sabtu. Salah satunya berada di jalur menuju Bandar Abbas, pelabuhan utama Iran yang terletak di titik tersempit Selat Hormuz.

Infrastruktur terdampakLokasiDampak yang dilaporkan
Pembangkit listrikHormozganTerkena serangan udara AS
Pabrik desalinasi BonjiHormozganHancur, pasokan air sekitar 10.000 warga terputus
JembatanJalur menuju Bandar AbbasSalah satu dari tiga jembatan yang terkena serangan

Teheran Menolak Keberlakuan Kesepakatan

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menerima “pelajaran yang tak terlupakan” jika serangan berlanjut. Ia juga menyatakan tanda tangan Presiden AS Donald Trump dalam kesepakatan gencatan senjata tidak bernilai dan tidak berlaku.

Pernyataan itu muncul setelah juru runding Teheran mengumumkan penangguhan komitmen terhadap perjanjian tersebut. Ketegangan diplomatik pun meningkat bersamaan dengan operasi militer yang meluas ke sejumlah negara di Teluk dan Timur Tengah.

Komando Pusat AS, Centcom, menyatakan gelombang serangan diarahkan ke situs strategis dan infrastruktur militer Iran. Sasaran yang disebut mencakup pusat komando militer, pertahanan udara, lokasi pengawasan pesisir, kapabilitas maritim, jaringan komunikasi, serta lokasi peluncuran rudal dan drone.

Kematian Prajurit AS Memperkeras Respons Washington

Trump menyatakan serangan terbaru dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada prajurit AS yang tewas. Setelah kembali ke Washington seusai menghadiri final Piala Dunia, ia mengatakan AS kembali menyerang Iran dengan keras.

“Kita lihat apa yang akan terjadi, tetapi kita telah menghantam mereka dengan sangat keras lagi malam ini,” kata Trump kepada awak media. Eskalasi ini terjadi setelah tiga anggota militer AS dilaporkan tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Iran.

PeristiwaLokasiRincian
Prajurit AS tewasYordaniaDua prajurit tewas akibat serangan Iran ke pangkalan AS
Prajurit AS tewasIrakSatu prajurit tewas pada Sabtu (18/7/2026)
Serangan IranKuwaitIran mengaku menargetkan dua pangkalan militer AS

Konflik Meluas di Kawasan Teluk

Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengklaim melancarkan “serangan kejutan” terhadap pusat komando musuh di Suriah. Di Kuwait, militer setempat menyatakan sistem pertahanan udara sedang merespons serangan yang diklaim Iran menyasar dua pangkalan militer AS.

Militer Kuwait menyebut setiap ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang mengintersepsi serangan musuh. Bahrain juga menyalakan sirene peringatan bahaya rudal pada Senin pagi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan balasan Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai Iran berupaya menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap dunia. Washington menyatakan jalur diplomasi tetap terbuka, tetapi menegaskan setiap kesepakatan harus nyata dan benar-benar dipatuhi.

Source: www.kompas.com
Berita Terkait