Timnas Voli Putra Indonesia memulai SEA V Cup 2026 dengan kemenangan tiga set langsung atas Kamboja di Candon City Arena, Filipina. Tekanan servis yang diarahkan secara khusus menjadi faktor penting di balik skor akhir 3-0.
Indonesia menang 25-18 pada set pertama dan kedua, sebelum menutup pertandingan dengan skor 25-21 di set ketiga. Hasil itu menjaga peluang skuad Garuda untuk melaju ke semifinal dari Grup B.
| Set | Skor | Situasi Pertandingan |
|---|---|---|
| 1 | 25-18 | Indonesia menguasai permainan |
| 2 | 25-18 | Tekanan servis tetap berjalan efektif |
| 3 | 25-21 | Kamboja sempat memberi perlawanan |
Tekanan servis menjadi pembeda
Asisten pelatih Nur Widayanto menjelaskan bahwa tim pelatih telah mempelajari rekaman permainan Kamboja sejak pagi sebelum pertandingan. Dari pengamatan tersebut, Indonesia menemukan kelemahan pada penerimaan bola lawan, khususnya pemain bernomor punggung sembilan.
Servis kemudian diarahkan berulang kali ke area pemain tersebut untuk mengganggu bola pertama Kamboja. Pola itu membuat lawan sulit membangun serangan dengan rapi dan memberi Indonesia tambahan poin penting.
“Kami melihat penerimaan bola mereka, khususnya pemain nomor sembilan, tidak terlalu baik. Karena itu, servis diarahkan kepadanya dan banyak poin yang berhasil kami dapatkan,” ujar Nur dalam keterangan tertulis.
Farhan Halim dan Hendra Kurniawan menjadi bagian dari tekanan servis yang membuat Kamboja kehilangan kelancaran dalam menyusun serangan. Dampaknya paling terlihat pada dua set awal ketika Indonesia mampu memegang kendali pertandingan.
Keunggulan tersebut tidak hanya tercipta melalui kekuatan pukulan, tetapi juga dari ketepatan memilih sasaran servis. Indonesia memanfaatkan hasil analisis lawan untuk memaksa Kamboja bermain dari situasi yang tidak ideal.
Perubahan pada set ketiga
Kamboja mencoba menaikkan tempo pada set ketiga dan beberapa kali berada di depan dalam perolehan angka. Kondisi itu sempat membuat Indonesia keluar dari ritme permainan yang dibangun sejak awal laga.
Tim pelatih merespons situasi tersebut saat technical time out kedua. Para pemain diminta kembali menjalankan pola yang sudah disiapkan dan tidak terbawa permainan cepat lawan.
Indonesia juga melakukan rotasi dengan memasukkan Rama dan Dio untuk menggantikan Alfin serta Nibras. Pergantian itu menghadirkan variasi yang dibutuhkan tim untuk kembali merebut poin demi poin.
Menurut Nur, rotasi tersebut berjalan baik hingga Indonesia mampu membalikkan tekanan pada fase akhir set ketiga. Indonesia akhirnya memastikan kemenangan 25-21 tanpa harus memainkan set keempat.
Kemenangan atas Kamboja menjadi modal awal sebelum Indonesia menghadapi tuan rumah Filipina pada laga kedua Grup B, Jumat 17 Juli 2026. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian lanjutan bagi efektivitas servis Indonesia di SEA V Cup 2026.
Source: www.viva.co.id






