Setelah 12 Tahun Di Pelatnas PBSI, Gregoria Pilih Fokus Pulih Dari Vertigo

Author: Redaksi Android62

Gregoria Mariska Tunjung resmi mengambil langkah besar dengan meninggalkan pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia atau pelatnas PBSI. Keputusan itu ia ambil setelah kondisi kesehatannya belum benar-benar pulih usai mengalami vertigo, sehingga fokus utamanya kini bergeser ke pemulihan tubuh.

PBSI sudah menerima keputusan tersebut dan menyatakan sikap hormat atas pilihan Gregoria. Langkah itu juga sudah disampaikan secara resmi kepada kepala pelatih tunggal putri utama pelatnas PBSI, Imam Tohari, sehingga prosesnya berjalan terbuka dan tertata.

Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa Gregoria adalah atlet yang sudah memberi kontribusi besar untuk Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi atas pengabdian Gregoria selama ini dan berharap sang tunggal putri mendapat kondisi kesehatan yang lebih baik.

PBSI juga mendoakan agar Gregoria segera pulih dan bisa kembali meraih kesuksesan di kemudian hari. Sikap itu menunjukkan bahwa keputusan mundur dari pelatnas dipandang sebagai bagian dari kebutuhan yang harus dihormati, bukan sekadar perpisahan biasa.

Melalui surat resmi yang disampaikan kepada PBSI, Gregoria menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi pemulihan kesehatannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan, pengalaman, dan kepercayaan yang ia dapatkan selama 12 tahun menjadi bagian dari pelatnas.

Masalah kesehatan yang dialaminya memang belum selesai. Hingga kini, Gregoria merasa belum sepenuhnya pulih dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali turun bertanding.

Vertigo yang dialami Gregoria disebut cukup parah sejak Maret 2025. Kondisi itu membuatnya beberapa kali absen dari turnamen penting karena kebugarannya belum berada pada titik ideal untuk bersaing.

Situasi tersebut ikut memengaruhi kesiapan Gregoria di level tertinggi. Dalam kondisi seperti itu, meninggalkan pelatnas menjadi pilihan yang memberi ruang lebih besar bagi proses pemulihan yang sedang ia jalani.

Selama 12 tahun berada di pelatnas PBSI, Gregoria menjadi salah satu tunggal putri yang memberi kontribusi besar bagi Indonesia. PBSI menilai kiprahnya telah membawa kebanggaan di berbagai ajang internasional.

Meski tidak lagi berada di pelatnas, penghormatan atas perjuangannya tetap diberikan. PBSI masih mendukung pemulihan Gregoria agar ia bisa kembali dalam kondisi terbaik ketika siap melanjutkan kariernya.

Source: bola.bisnis.com
Berita Terbaru