Sidang Elon Musk Lawan OpenAI, Perebutan Kendali ChatGPT Kian Memanas

Author: Redaksi Android62

Elon Musk meminta pengadilan menilai ulang arah OpenAI dan menuntut perusahaan itu kembali ke bentuk nirlaba. Dalam sidang di Oakland, California, ia juga membawa tuntutan ganti rugi hingga US$150 miliar terhadap OpenAI dan investor utamanya, Microsoft.

Langkah itu menempatkan perseteruan lama antara Musk dan OpenAI kembali ke pusat perhatian. Bagi Musk, inti perkara ini bukan sekadar sengketa bisnis, melainkan soal misi awal perusahaan dan siapa yang berhak mengendalikannya.

Musk menegaskan bahwa OpenAI pada awalnya dirancang sebagai lembaga amal untuk kepentingan umat manusia. Ia menyebut dirinya terlibat sejak tahap paling awal, mulai dari mencetuskan ide, memberi nama, merekrut tim inti, hingga membantu pendanaan awal.

Ia juga mengatakan bahwa saat membangun OpenAI, dirinya sengaja tidak memilih jalur perusahaan yang berorientasi profit. Menurut Musk, kekhawatiran utamanya muncul karena lembaga amal tidak semestinya diperlakukan seperti aset yang bisa diambil alih.

“Jika kita membiarkan perampokan terhadap lembaga amal, maka seluruh fondasi donasi amal di Amerika akan hancur. Itulah kekhawatiran saya,” kata Musk pada hari pertama persidangan.

Gugatan yang ia ajukan menuduh OpenAI dan para petingginya telah mengkhianati misi awal perusahaan. Musk menilai perubahan struktur menjadi entitas profit membuat organisasi itu menjauh dari tujuan yang dulu ia bayangkan.

OpenAI membantah keras tuduhan tersebut. Pengacara OpenAI, William Savitt, menyebut Musk justru sejak awal mendorong perusahaan itu menjadi profit dan ingin memegang kendali penuh.

Savitt menilai persoalan utama dalam sengketa ini bukan terletak pada misi, melainkan pada kendali atas arah perusahaan. Menurut dia, konflik ini muncul karena Musk tidak mendapatkan keinginannya.

OpenAI juga menyatakan bahwa Musk menggugat setelah gagal mengambil alih arah organisasi itu. Setelah itu, pada 2023, Musk mendirikan perusahaan AI miliknya sendiri, xAI.

Tarik-menarik soal kendali dan masa depan OpenAI

Sidang ini memperlihatkan bahwa konflik Musk dan OpenAI sudah meluas dari soal sejarah pendirian menjadi perebutan arah masa depan perusahaan. Di satu sisi, Musk menuntut OpenAI kembali menjadi organisasi nirlaba, sementara di sisi lain perusahaan itu bertahan dengan struktur dan jalur bisnisnya.

Musk juga meminta agar CEO Sam Altman dan Presiden Greg Brockman disingkirkan dari jabatan mereka. Permintaan itu memperjelas bahwa gugatan ini tidak hanya menyasar struktur perusahaan, tetapi juga pucuk kepemimpinan yang selama ini memegang kendali.

Perseteruan tersebut ikut memunculkan teguran dari hakim terhadap Musk. Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers meminta Musk lebih mengendalikan aktivitas media sosialnya selama proses persidangan setelah unggahannya dinilai menyerang Altman.

Baik Musk maupun Altman sama-sama menyatakan akan mengurangi aktivitas media sosial mereka. Sikap itu menunjukkan bahwa konflik mereka tidak hanya berlangsung di ruang sidang, tetapi juga di ruang publik yang selama ini kerap menjadi panggung saling serang.

Hubungan keduanya bermula jauh sebelum konflik ini memanas. Musk dan Altman mendirikan OpenAI pada 2015 dengan tujuan mengembangkan AI untuk kepentingan umat manusia dan menghadapi pesaing seperti Google.

Sejak itu, OpenAI berkembang jauh melampaui bentuk awalnya sebagai laboratorium riset nirlaba di apartemen Brockman. Kini perusahaan tersebut disebut bernilai lebih dari US$850 miliar dan menghabiskan miliaran dolar untuk sumber daya komputasi.

Tekanan bisnis juga semakin besar karena OpenAI menghadapi persaingan dari rival seperti Anthropic. Di sisi lain, peluang penawaran saham perdana disebut dapat menilai perusahaan hingga US$1 triliun.

Sementara itu, xAI milik Musk disebut masih tertinggal jauh dalam penggunaan dibanding OpenAI. Bisnis tersebut kini digabungkan ke SpaceX, yang juga mempertimbangkan penawaran saham perdana tahun ini.

Pertarungan hukum ini pada akhirnya menjadi gambaran tarik-menarik antara idealisme awal dan realitas industri AI yang nilainya sangat besar. Dengan posisi para pihak yang sama-sama keras, sidang ini masih menyisakan pertanyaan besar tentang arah OpenAI ke depan.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru