Sido Muncul menempatkan riset sebagai pusat strategi saat menunjuk Nicholas Saputra sebagai Brand Ambassador Tolak Angin. Perusahaan ingin membawa jamu lebih dekat ke generasi muda dengan cara yang berbasis sains, bukan sekadar mengandalkan popularitas figur publik.
Langkah itu juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-75 Sido Muncul. Dalam momentum tersebut, perusahaan menegaskan bahwa pembuktian ilmiah kini menjadi dasar utama untuk menjaga relevansi Tolak Angin di tengah perubahan cara pandang konsumen.
Riset Jadi Wajah Baru
Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan perusahaan sedang memperkuat riset intensif selama masa perayaan 75 tahun. Untuk itu, fasilitas perusahaan telah dilengkapi laboratorium farmakologi, peralatan uji modern, dan tenaga ahli yang kompeten.
Irwan menegaskan arah perusahaan tidak lagi bertumpu pada pengalaman turun-temurun semata. Sido Muncul ingin menghasilkan produk kesehatan berbasis bukti dan memublikasikan hasil risetnya secara terbuka melalui SidoHerbalPedia.
Ia menyebut hasil riset yang dikerjakan dalam beberapa bulan hingga setahun ke depan akan menjadi bukti ilmiah atas khasiat produk jamu perusahaan. Menurut Irwan, langkah ini juga diharapkan memberi dampak lebih luas bagi pengembangan obat herbal di Indonesia.
Nicholas Saputra dan Perjalanan Tolak Angin
Di sisi promosi, Tolak Angin disiapkan hadir lewat iklan bertema perjalanan. Materi iklan itu menyoroti proses bahan baku, produksi, hingga pengujian laboratorium agar pesan ilmiah menjadi bagian utama dari komunikasi merek.
Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat, menjelaskan bahwa iklan tersebut mengikuti perjalanan Nicholas Saputra untuk melihat langsung bagaimana produk dibuat dan diteliti. Ia menilai Nicholas dikenal selektif dan kritis sebelum menerima tawaran menjadi representasi merek.
Maria juga mengungkap bahwa Nicholas adalah konsumen Tolak Angin, terutama varian Tolak Angin Flu. Hal itu membuat kerja sama tersebut terasa selaras dengan citra produk yang ingin dibangun perusahaan.
Nicholas sendiri menyatakan dirinya merasa bertanggung jawab terhadap kualitas produk yang diwakilinya. Ia mengaku sudah cukup lama menggunakan Tolak Angin dan menempatkannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Menyapa Generasi Muda dengan Bahasa yang Lebih Dekat
Sido Muncul melihat kolaborasi ini sebagai cara untuk berbicara kepada generasi muda dengan bahasa yang lebih mudah diterima. Manajemen menilai figur publik yang dikenal luas dapat membantu memperkuat pemahaman tentang pesan iklan dan pentingnya menjaga warisan jamu nusantara.
Nicholas juga menyampaikan komitmennya untuk mengajak publik, terutama anak muda, mengapresiasi warisan leluhur dalam bentuk jamu. Ia menilai Tolak Angin menjadi cara yang praktis untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengenalkan jamu dalam format yang lebih mudah diterima.
Andy F Noya, jurnalis senior sekaligus Brand Ambassador Tolak Angin, menilai kekuatan Sido Muncul bertahan karena riset. Ia menekankan bahwa tradisi saja tidak cukup di era sekarang, sehingga validasi sains menjadi penting agar kearifan lokal tetap relevan.
Langkah yang Melampaui Iklan
Selain memperkuat pembuktian produk yang sudah ada, Sido Muncul juga berencana memperluas lini ke sektor suplemen makanan. Irwan menyebut pengembangan itu diarahkan untuk membantu penanganan penyakit kronis seperti kolesterol, kencing manis, hingga kanker.
Mohammad Adib Khumaidi, Komisaris Independen Sido Muncul, menilai penguatan industri herbal dapat mendukung ketahanan farmasi nasional. Ia melihat langkah tersebut bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi dan kesehatan masyarakat Indonesia.
Melalui kerja sama bersama Nicholas Saputra, Sido Muncul menempatkan riset, kredibilitas figur publik, dan pengembangan produk sebagai satu rangkaian strategi. Perusahaan berharap Tolak Angin tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen tanpa meninggalkan akar tradisi yang selama ini menjadi identitasnya.
