Penyelidikan masih berjalan setelah seorang siswi kelas 1 SD di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tewas tenggelam saat mengikuti les renang di sebuah kolam renang di Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal. Polisi kini menelusuri apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa yang menewaskan anak berusia 7 tahun itu.
Korban ditemukan mengambang di area kolam ketika kegiatan kursus sedang berlangsung bersama teman-teman sekolah dan pelatihnya. Kejadian tersebut langsung memunculkan sorotan terhadap pengawasan anak saat mengikuti aktivitas olahraga air.
Korban ditemukan saat latihan berlangsung
Kapolsek Randudongkal, AKP Sudaryo, menjelaskan insiden itu terjadi di tengah sesi kursus renang yang sedang berjalan. Sejumlah teman korban dan pengunjung kolam disebut berteriak setelah melihat tubuh anak itu mengapung tanpa bergerak.
Pelatih yang berada di lokasi segera mengevakuasi korban ke daratan dan memberikan pertolongan pertama. Namun, korban tidak menunjukkan respons sehingga orang tua membawa anak tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Datang ke rumah sakit sudah tidak bernapas
Pihak medis menyatakan korban tiba dalam kondisi tidak sadar dan tidak bernapas. Dari pemeriksaan awal, dokter menduga korban meninggal akibat tenggelam hingga paru-parunya kemasukan air.
Identitas korban diketahui sebagai warga Desa Kreyo, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Usianya yang masih 7 tahun membuat peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak dalam kegiatan di lingkungan air.
Polisi periksa lokasi dan saksi
Setelah menerima laporan dari masyarakat, aparat Polsek Randudongkal bersama Polres Pemalang mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Garis polisi juga dipasang di sekitar kolam renang untuk kepentingan penyelidikan.
Penyidik kini meminta keterangan dari pelatih renang, pengelola kolam, dan saksi mata yang berada di lokasi. Polisi juga mengumpulkan barang bukti terkait kegiatan kursus tersebut untuk menelusuri kronologi secara lebih rinci.
Kasus ini membuat perhatian publik tertuju pada keselamatan anak saat mengikuti kegiatan di luar sekolah, terutama di fasilitas air. Fokus aparat saat ini masih pada pengungkapan lengkap kronologi peristiwa untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam tragedi tersebut.
Source: mediaindonesia.com