itel Power 80 mulai menunjukkan tanda-tanda kehadirannya lewat dua jejak penting, yaitu Geekbench dan sertifikasi TKDN. Kombinasi ini membuat perangkat baru dari lini Power tersebut terlihat semakin siap menuju peluncuran resmi di Indonesia.
Salah satu sorotan utama ada pada perubahan tenaganya. Dibandingkan Power 70, model baru ini membawa arah peningkatan yang lebih jelas untuk kebutuhan harian pengguna di kelas entry-level.
Skor awal di Geekbench
Di database Geekbench, perangkat prototipe dengan nomor model P685L tercatat membukukan skor 445 untuk single-core dan 1451 untuk multi-core. Angka ini memang belum menunjukkan performa akhir unit ritel, tetapi cukup memberi gambaran awal tentang kemampuan perangkat sebelum masuk pasar.
Daftar yang sama juga memunculkan sejumlah spesifikasi utama. itel Power 80 disebut memakai RAM 4GB dan menjalankan Android 16.
Chipset baru untuk kelas terjangkau
Pada bagian dapur pacu, perangkat ini tercatat menggunakan chipset Spreadtrum UMS9230E. Chipset tersebut dikenal sebagai Unisoc T7250 dan membawa konfigurasi CPU 2 inti pada 1.82GHz serta 6 inti pada 1.61GHz.
Perubahan ini menjadi menarik karena memperlihatkan pergeseran pendekatan dari generasi sebelumnya. Untuk ponsel murah, kombinasi seperti ini biasanya diarahkan agar pemakaian harian tetap lancar dan efisien.
Lebih siap dari Power 70
Jika dibandingkan dengan itel Power 70, peningkatannya terlihat cukup tegas. Model sebelumnya memakai MediaTek Helio G50 Ultimate dengan konfigurasi 4x Cortex-A53 pada 1.7GHz dan 4x Cortex-A53 pada 2.2GHz.
Sementara itu, Power 80 beralih ke 2x Cortex-A75 pada 1.82GHz dan 6x Cortex-A55 pada 1.61GHz. Kehadiran Cortex-A75 memberi sinyal peningkatan performa CPU yang lebih baik, terutama untuk multitasking dan efisiensi daya.
Bagi pengguna di kelas entry-level, arah perubahan seperti ini cukup penting. Segmen ini umumnya mencari perangkat yang tetap nyaman dipakai untuk aplikasi harian, sambil menjaga daya tahan dan kemampuan membuka banyak aplikasi ringan secara bersamaan.
TKDN memperkuat sinyal peluncuran
Nomor model P685L juga sudah tercatat di sertifikasi TKDN Indonesia. Dokumen tersebut sekaligus mengonfirmasi nama pemasaran perangkat ini sebagai itel Power 80.
Masuknya perangkat ke TKDN menjadi petunjuk kuat bahwa peluncuran di Indonesia tinggal menunggu waktu. Pada tahap seperti ini, sebuah ponsel biasanya memang sudah berada cukup dekat dengan pengumuman resmi pasar.
Penerus baru di lini Power
itel Power 70 sendiri dirilis pada Maret tahun lalu, sehingga kehadiran Power 80 terasa seperti langkah lanjutan yang cukup masuk akal. Dengan jejak di Geekbench dan TKDN, perangkat baru ini memperlihatkan bahwa itel tengah menyiapkan penerus untuk kelas murah yang tetap kompetitif.
Jika melihat arah spesifikasi yang sudah terungkap, Power 80 berpotensi membawa tenaga yang lebih segar untuk pengguna yang membutuhkan ponsel sederhana dengan peningkatan performa yang lebih relevan. Untuk pasar Indonesia, kehadirannya bisa menambah pilihan baru di segmen entry-level yang selama ini sangat ketat persaingannya.
