Skor Geekbench 6 yang muncul untuk RedMagic 11S Pro+ langsung mencuri perhatian karena salah satu hasil awalnya disebut mencapai sekitar 4.010 poin single-core. Menurut blogger Tiongkok @肥威, angka itu belum pernah dicapai ponsel Android lain secara sah di platform tersebut.
Hasil itu membuat RedMagic 11S Pro+ ikut memanaskan perbincangan di kalangan penggemar ponsel gaming. Di saat banyak flagship lain mengejar keseimbangan antara performa dan efisiensi, perangkat ini justru menonjol lewat fokus pada tenaga mentah dan angka benchmark setinggi mungkin.
Sejumlah listing Geekbench 6 untuk perangkat bernomor model nubia NX809J muncul pada 10 Mei. Salah satu entri yang sempat menampilkan skor sekitar 4.010 poin single-core kemudian hilang dari basis data, tetapi entri lain masih memperlihatkan hasil di kisaran 3.900-an.
Pada pengujian multi-core, beberapa hasil disebut bahkan melampaui 12.000 poin. Rangkaian angka itu memperkuat dugaan bahwa NX809J adalah RedMagic 11S Pro+, sekaligus memberi gambaran bahwa perangkat ini disiapkan untuk kelas performa yang sangat agresif.
RedMagic memang dikenal punya pendekatan yang lebih berani dalam penyetelan performa. Lini ponsel gaming-nya kerap dikaitkan dengan overclocking dan tuning yang lebih agresif dibanding banyak pesaing di kelas flagship.
Perusahaan sebelumnya juga menjelaskan bahwa perangkat barunya memakai proses overclocking. Selain itu, RedMagic menyebut telah memilih chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dianggap sebagai “best of the best”, atau unit terbaik yang tersedia.
Pemilihan chip seperti itu bisa menjadi salah satu alasan skor benchmark perangkat ini terlihat sangat tinggi. Jika seleksi chip terbaik diterapkan secara ketat, RedMagic berpeluang mengungguli implementasi lain dari platform yang sama dalam performa puncak.
Ada juga detail teknis yang ikut menarik perhatian. Listing benchmark tersebut tidak menampilkan penamaan Qualcomm ARMv8 yang umum, melainkan merujuk pada konfigurasi “QTI SM8850 3628 MHz (8 cores)”.
Detail itu belum cukup untuk menjelaskan seluruh strategi tuning yang digunakan. Namun, kombinasi identitas chip dan skor benchmark yang sangat tinggi memberi sinyal bahwa RedMagic mungkin menjalankan konfigurasi performa yang sangat agresif pada 11S Pro+.
Pendinginan menjadi penentu
Skor tinggi tidak akan banyak berarti jika performa cepat turun saat perangkat panas. Untuk ponsel gaming, kemampuan mempertahankan kinerja dalam sesi bermain panjang justru menjadi ujian yang paling penting.
Karena itu, sistem pendingin diperkirakan menjadi bagian inti dari RedMagic 11S Pro+. Perangkat ini disebut akan membawa kipas pendingin aktif yang ditingkatkan, dipadukan dengan vapor chamber dan sistem termal bergaya liquid-cooling.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan RedMagic selama ini. Merek ini cenderung memilih performa lebih tinggi selama panas masih bisa dijinakkan lewat solusi pendinginan yang lebih kompleks daripada ponsel biasa.
Jika hasil Geekbench mencerminkan kemampuan di mode performa puncak, maka penggunaan nyata dalam game akan menjadi pengujian yang lebih penting. Pendinginan aktif pun bukan sekadar pelengkap, melainkan komponen yang menentukan apakah performa tinggi itu benar-benar terasa saat dipakai.
Bukan hanya mengandalkan CPU
RedMagic juga disebut menyiapkan chip gaming kustom Redcore R4 untuk perangkat ini. Selain itu, perusahaan membawa versi terbaru CUBE Sky Gaming Engine sebagai bagian dari optimasi gaming.
Menurut materi teaser, ponsel ini diklaim mampu menjalankan lebih dari 200 game hingga resolusi 2K dan 144fps. Dalam skenario itu, perangkat juga disebut bisa memakai frame interpolation dan resolution upscaling secara bersamaan.
Klaim tersebut menunjukkan bahwa RedMagic tidak hanya bertumpu pada chip utama. Perusahaan tampaknya ingin membangun pengalaman gaming lewat kombinasi chip utama, chip pendamping, pendinginan aktif, dan optimasi perangkat lunak.
Pendekatan seperti ini relevan untuk pasar ponsel gaming premium yang sangat sensitif terhadap frame rate stabil. Bagi pengguna di segmen ini, angka benchmark memang mencolok, tetapi kestabilan performa dan fitur visual saat bermain sering kali lebih menentukan.
Seri penuh RedMagic 11S Pro dijadwalkan meluncur di China pada 18 Mei. Pada acara yang sama, perusahaan juga diperkirakan akan memperkenalkan tablet gaming baru.
Dengan jadwal peluncuran yang sudah dekat, hasil Geekbench ini memberi gambaran awal tentang ambisi RedMagic. Jika performa aktual nanti sejalan dengan angka yang muncul, RedMagic 11S Pro+ berpotensi menjadi salah satu ponsel Android paling kencang yang pernah diuji di Geekbench 6.
Source: www.gizmochina.com






