Festival Kebangsaan Gema Kampus di UNESA menempatkan musik sebagai medium percakapan yang dekat dengan mahasiswa. Pada agenda ini, Once Mekel bersama Slank dan sejumlah musisi lintas generasi hadir untuk mengisi ruang yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga gagasan tentang kebangsaan.
Acara yang berlangsung di Universitas Negeri Surabaya itu mengusung tema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia”. Lewat tema tersebut, Gema Kampus diarahkan menjadi pertemuan antara konser musik, ide kreatif, dan pembahasan identitas kebangsaan yang relevan dengan kehidupan kampus.
Musik dipakai untuk membangun dialog
Once Mekel menjadi salah satu motor penting dalam gerakan lintas musisi yang terlibat di festival ini. Mantan vokalis Dewa 19 itu menyebut dirinya bersama Zastrouw mengajak para musisi untuk bergabung dalam rangkaian Festival Kebangsaan Gema Kampus yang berjalan selama 2023 hingga 2026.
Dalam keterangannya, Once menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini melibatkan Slank, Alffy, dan sederet musisi papan atas Indonesia. Tujuannya adalah menyapa mahasiswa sekaligus berbagi inspirasi, wawasan kebangsaan, dan ide kreatif di berbagai universitas.
Mahasiswa diajak aktif, bukan sekadar menonton
Format acara di UNESA tidak hanya bertumpu pada panggung musik. Penyelenggara juga menyiapkan aktivitas yang membuat mahasiswa terlibat langsung dalam proses belajar dan bertukar gagasan.
Hari pertama Gema Kampus dibuka dengan lokakarya pembuatan konten digital yang dipandu Alffy Rev. Sesi ini menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana kreativitas digital bisa berpadu dengan gagasan kebangsaan.
Dialog santai di Graha UNESA
Pada hari berikutnya, Graha UNESA diisi dialog santai bersama Bimbim, Kaka Slank, dan Shanna Shannon. Susunan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mendengar pandangan para musisi secara lebih dekat dalam suasana yang lebih reflektif.
Pendekatan tersebut membuat festival ini tidak berhenti pada seremoni panggung. Mahasiswa ditempatkan sebagai peserta yang ikut menyerap pengalaman, bukan hanya sebagai penonton yang datang dan pulang setelah pertunjukan selesai.
Panggung puncak berisi nama lintas generasi
Puncak festival dijadwalkan berlangsung pada malam hari lewat Konser Musik Kebangsaan. Deretan pengisi acara yang dipastikan hadir mencakup Ki Ageng Ganjur, Alffy Rev, Slank, Once Mekel, Novia Bachmid, Dwiki Darmawan, Ita Purnamasari, Joko Porong, dan Ketua Umum PAPPRI Tonny Wenas.
Kehadiran nama-nama itu memperlihatkan pertemuan musisi lintas generasi dalam satu panggung. Komposisinya menghadirkan warna musik yang beragam, dari figur legendaris, talenta baru, hingga musisi populer yang akrab di telinga publik.
Kampus jadi ruang ide kebangsaan
Gema Kampus dirancang sebagai hiburan yang tetap membawa muatan edukasi. Musik, dialog, dan aktivitas kreatif dipakai sebagai jembatan agar mahasiswa memahami isu kebangsaan dengan cara yang lebih dekat dengan dunia mereka.
Dengan mengangkat identitas dan kebangsaan, festival ini menempatkan kampus sebagai ruang bertemunya gagasan. Kehadiran Once Mekel, Slank, dan musisi lain di UNESA pun menjadi bagian dari upaya menghidupkan percakapan yang relevan bagi mahasiswa.
