SLS Menjadi Penentu Artemis III, NASA Pacu Misi Kembali ke Bulan pada 2027

Author: Redaksi Android62

NASA menempatkan Space Launch System atau SLS sebagai elemen paling menentukan dalam Artemis III, misi yang diproyeksikan menjadi langkah berikutnya setelah Artemis II. Roket ini diposisikan sebagai satu-satunya kendaraan yang mampu mengirim kapsul Orion, astronaut, dan logistik menuju Bulan dalam satu peluncuran.

Fokus itu muncul karena Artemis III tidak sekadar menargetkan penerbangan ke orbit Bulan. Misi ini juga dipakai untuk menguji rangkaian teknologi dan operasi yang lebih rumit sebelum manusia kembali mendarat di permukaan Bulan.

SLS Jadi Titik Kritis Persiapan

Di tahap persiapan saat ini, NASA menempatkan perakitan SLS sebagai pekerjaan paling mendesak. Bagian inti roket disiapkan lebih dulu di Michoud Assembly Facility, lalu dikirim ke Kennedy Space Center untuk integrasi akhir.

Komponen inti itu mencakup tangki hidrogen cair dan tangki oksigen cair. Pengirimannya dilakukan menggunakan kapal Pegasus sebelum tim teknis menyatukan seluruh bagian dan masuk ke proses perakitan vertikal.

Empat mesin utama RS-25 juga masuk daftar komponen yang sangat penting. Mesin-mesin itu dijadwalkan dikirim dari Stennis Space Center untuk dipasang pada inti roket.

NASA menilai seluruh tahap penyatuan komponen ini harus berjalan sangat presisi. Artemis III tidak memberi ruang bagi kesalahan kecil, karena roket harus siap menjalankan peran sebagai pengangkut utama menuju orbit Bulan.

Bukan Hanya Soal Terbang ke Bulan

Artemis III disusun sebagai misi pembuktian, bukan hanya sebagai peluncuran biasa. Tujuannya adalah memastikan seluruh sistem yang dibutuhkan untuk pendaratan manusia di Bulan bisa bekerja sesuai rancangan.

Dalam skenario yang disiapkan, kapsul Orion akan membawa astronaut ke orbit Bumi terlebih dahulu. Setelah itu, wahana tersebut akan melakukan rendezvous dan docking dengan wahana komersial yang berfungsi sebagai pendarat Bulan.

Tahap pertemuan dan penyambungan dua wahana ini menjadi bagian yang sangat menentukan. Kelancaran proses tersebut akan berpengaruh langsung pada tahap pendaratan berikutnya.

Dengan susunan seperti itu, Artemis III berfungsi sebagai verifikasi sistem. NASA ingin memastikan bahwa prosedur yang lebih kompleks dari sekadar mencapai orbit benar-benar bisa dijalankan sebelum manusia kembali menginjak permukaan Bulan.

Kerja Sama Banyak Pihak

Misi ini juga menunjukkan besarnya kolaborasi di balik program Artemis. NASA bekerja bersama Boeing sebagai kontraktor utama untuk tahap inti roket, sedangkan L3Harris Technologies bertanggung jawab atas mesin RS-25.

Pembagian tugas ini penting karena Artemis III melibatkan banyak lapisan teknis. Sinkronisasi antara roket, kapsul Orion, dan wahana pendarat menjadi salah satu penentu utama keberhasilan misi.

Persiapan yang berlangsung sekarang memperlihatkan betapa kompleksnya jalan menuju peluncuran. Setiap komponen harus dipastikan siap, mulai dari inti roket hingga sistem yang akan membawa astronaut ke permukaan Bulan.

Bagi NASA, Artemis III menjadi langkah strategis untuk memperluas eksplorasi manusia di luar orbit Bumi. Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, misi ini akan membuka jalan bagi kehadiran manusia yang lebih lama di Bulan serta mendukung ambisi perjalanan yang lebih jauh ke Mars.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru