Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5 datang dengan satu pesan yang cukup jelas: ponsel kelas menengah dan entry-level sekarang didorong untuk terasa lebih cepat, lebih halus, dan lebih efisien saat dipakai harian. Qualcomm menempatkan dua chip ini sebagai fondasi baru untuk pengalaman scrolling yang lebih mulus, baterai yang lebih hemat, serta performa yang lebih stabil saat bermain gim.
Di kelas yang lebih terjangkau, Snapdragon 4 Gen 5 justru mencuri perhatian lewat lonjakan grafis yang paling besar. Qualcomm menyebut GPU Adreno di chip ini naik 77% dibanding Snapdragon 4 Gen 4, sekaligus menjadi seri Snapdragon 4 pertama yang sanggup menangani gaming 90fps.
Chip tersebut juga membawa CPU yang lebih cepat, dengan satu inti utama hingga 2,4GHz dan enam inti 2,0GHz. Layar 1080p+ pun didukung sampai 144Hz, naik dari 120Hz pada generasi sebelumnya, sementara kemampuan encoding video meningkat ke 4K 30fps dari 1080p 60fps.
Perubahan lain terlihat pada sisi jaringan seluler. Snapdragon 4 Gen 5 memakai modem 5G sub-6GHz dengan kecepatan unduh puncak hingga 2,8Gbps dan dukungan Dual SIM Dual Active 5G + 5G/4G.
Namun, ada pula kompromi yang menyertainya. Chip ini hanya mendukung LPDDR4X hingga 2.133MHz, padahal Snapdragon 4 Gen 4 sebelumnya masih mendukung LPDDR5 hingga 3.200MHz, sementara konektivitas lokalnya tetap berada di level Wi‑Fi 5 dual-band dan Bluetooth 5.1 dengan aptX Adaptive.
Fokus pada kelancaran layar
Peningkatan terbesar yang paling terasa bagi pemakaian sehari-hari datang dari Snapdragon Smooth Motion UI. Qualcomm membawanya ke kedua platform baru ini untuk membuat scrolling lebih halus, antarmuka lebih minim lag, dan aplikasi terbuka lebih cepat.
Pada Snapdragon 6 Gen 5, Qualcomm mengklaim aplikasi dapat terbuka 20% lebih cepat dan stutter layar turun 18% dibanding Snapdragon 6 Gen 4 berdasarkan pengujian internal. Snapdragon 4 Gen 5 bahkan disebut lebih agresif, dengan peluncuran aplikasi 43% lebih cepat dan stutter layar 25% lebih rendah dibanding pendahulunya.
Efisiensi daya juga ikut ditingkatkan agar pengalaman harian tidak hanya terasa cepat, tetapi juga lebih awet dipakai. Snapdragon 6 Gen 5 diklaim menawarkan efisiensi daya 8% lebih baik, sedangkan Snapdragon 4 Gen 5 disebut lebih hemat 10%.
Snapdragon 6 Gen 5 lebih serius untuk gim
Berbeda dari adiknya, Snapdragon 6 Gen 5 dibangun dengan perhatian lebih besar ke performa gaming. Qualcomm menyematkan Adaptive Performance Engine 4.0 dan Qualcomm Adaptive Performance FPS 3.0 untuk menjaga frame rate tetap stabil saat bermain gim.
Di sisi grafis, GPU Adreno baru pada chip ini diklaim 21% lebih kencang dibanding Snapdragon 6 Gen 4. Dukungan Snapdragon Game Super Resolution juga hadir untuk meningkatkan visual lewat upscaling sambil tetap menjaga daya tahan baterai.
Konfigurasi CPU-nya terdiri dari empat inti hingga 2,6GHz dan empat inti 2,0GHz, berbeda dari Snapdragon 6 Gen 4 yang memakai susunan 1x 2,3GHz, 3x 2,2GHz, dan 4x 1,8GHz. Chip ini tetap mendukung layar hingga 1080p+ pada 144Hz, serta membawa dukungan LPDDR5 hingga 3.200MHz, LPDDR4X, dan penyimpanan UFS 3.1.
Ada peningkatan, ada pemangkasan
Meski membawa sejumlah peningkatan, Snapdragon 6 Gen 5 juga kehilangan beberapa dukungan yang sebelumnya ada. Qualcomm tidak lagi menyertakan mmWave pada modem 5G-nya, sehingga chip ini hanya mendukung sub-6GHz dengan kecepatan unduh puncak hingga 2,8Gbps.
Di sisi konektivitas lokal, chip ini justru naik ke Wi‑Fi 7 tri-band pada 2,4GHz, 5GHz, dan 6GHz. Bluetooth juga naik ke versi 6.0 dengan dukungan aptX Adaptive, tetapi aptX Lossless tidak lagi disertakan.
Pemangkasan lain muncul di sektor GPS dan USB. Snapdragon 6 Gen 5 hanya mendukung pita L1 dan L5 untuk positioning, sedangkan generasi sebelumnya juga mendukung L2, lalu koneksi USB-C turun ke USB 2.0 dari sebelumnya USB 3.1 atau USB 3.2 Gen 1.
Perubahan pada kamera juga cukup terasa. Snapdragon 6 Gen 5 memakai dual ISP 12-bit, bukan triple ISP seperti Snapdragon 6 Gen 4, dengan dukungan kamera tunggal hingga 200MP atau hingga 64MP dengan Zero Shutter Lag, serta konfigurasi ganda 16MP + 16MP.
Untuk video, kemampuannya tetap 4K 30fps dalam H.264 dan H.265. Qualcomm juga menambahkan fitur kamera berbasis AI seperti AI night vision, AI image quality enhancements, dan digital zoom hingga 100x.
Perangkat pertama sudah disiapkan
Qualcomm menyebut perangkat pertama yang menggunakan kedua chip ini akan hadir pada paruh kedua tahun ini. Honor, Oppo, Realme, dan Redmi sudah menyiapkan modelnya untuk ikut memanfaatkan platform baru tersebut.
Dengan arah pengembangan seperti ini, Qualcomm tampak ingin membuat pengalaman ponsel non-flagship terasa lebih dekat ke kelas yang lebih tinggi, terutama lewat layar yang lebih mulus, efisiensi daya yang lebih baik, dan performa grafis yang lebih meyakinkan. Pilihan komponen di tiap chip tetap akan menentukan seberapa jauh hasil akhirnya terasa di tangan pengguna.
Source: www.gsmarena.com






