Vivo kembali mengarahkan perhatian ke fotografi lewat dua model baru di keluarga X, yakni Vivo X300 Ultra dan Vivo X300 FE. Keduanya sama-sama membawa identitas kamera yang kuat, tetapi dengan pendekatan yang berbeda untuk kebutuhan pengguna yang juga berbeda.
Di antara keduanya, X300 Ultra tampil sebagai nama yang paling serius untuk urusan imaging. Sementara itu, X300 FE disiapkan sebagai opsi yang lebih ringkas, namun tetap mempertahankan dukungan ZEISS dan kemampuan zoom yang masih kompetitif di kelasnya.
X300 Ultra dibangun untuk pengguna yang mengejar kamera lebih jauh
Salah satu daya tarik utama Vivo X300 Ultra ada pada sistem kamera modular yang mendukung aksesori tambahan. Vivo juga disebut menyiapkan Camera Grip Kit serta ZEISS Telephoto Extender Gen 2 Ultra untuk perangkat ini.
Dengan dukungan tersebut, kemampuan zoom X300 Ultra bisa meluas hingga setara 400mm. Untuk sebuah ponsel, jangkauan ini termasuk sangat panjang dan jelas mengarah ke pengguna yang ingin memotret jarak jauh dengan pendekatan yang lebih fleksibel.
Spesifikasi kamera dan performa kelas atas
Di sisi dapur pacu, Vivo X300 Ultra dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chip ini menempatkan perangkat tersebut di kelas performa paling tinggi, baik untuk fotografi komputasional, gim, maupun aktivitas berat lain.
Bagian layarnya memakai panel QHD+ LTPO OLED 6,82 inci dengan refresh rate 144Hz. Kombinasi ini memberi tampilan yang mulus untuk beragam aktivitas, mulai dari scrolling hingga menikmati konten visual.
Susunan kameranya juga dibuat agresif. Vivo menyematkan kamera utama 200MP, kamera periskop telefoto 200MP, kamera ultra-wide 50MP, serta kamera depan 50MP.
Menariknya, kamera periskop pada model ini sudah dilengkapi stabilisasi bergaya gimbal. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu menjaga hasil foto dan video tetap stabil saat dipakai di berbagai kondisi.
Baterai besar dan perlindungan bodi ikut dibawa
Untuk daya tahan, X300 Ultra hadir dengan baterai 6600 mAh. Pengisian dayanya mendukung 100W kabel dan 40W nirkabel, sehingga perangkat ini tidak hanya fokus pada kamera, tetapi juga pada kenyamanan pemakaian harian.
Vivo juga membekali perangkat ini dengan sertifikasi IP68 dan IP69. Artinya, ponsel ini punya ketahanan tinggi terhadap debu dan air, selaras dengan posisinya sebagai model premium.
X300 FE tetap serius meski lebih ringkas
Berbeda dari versi Ultra, Vivo X300 FE mengandalkan bodi yang lebih kompak dengan desain datar dan bobot sekitar 191 gram. Format ini bisa menjadi daya tarik bagi pengguna yang ingin ponsel flagship tanpa ukuran yang terlalu besar.
Ponsel ini memakai Snapdragon 8 Gen 5 dan layar AMOLED 6,31 inci beresolusi FHD+ dengan refresh rate 120Hz. Walau lebih ringkas, pilihan komponennya tetap menunjukkan arah produk yang premium.
Di sektor kamera, X300 FE membawa sensor utama 50MP, kamera periskop zoom 50MP, kamera ultra-wide 8MP, dan kamera depan 50MP. Dukungan ZEISS tetap hadir, termasuk ZEISS Telephoto Extender Gen 2 dengan jangkauan hingga setara 200mm.
Persiapan peluncuran dan distribusi
Menurut laporan Gizmochina yang dijadikan acuan, kedua ponsel ini diperkirakan meluncur di India pada Mei. Penjualannya juga disebut akan dilakukan lewat Amazon, toko online resmi Vivo, dan jaringan ritel offline.
Hingga kini memang belum ada tanggal peluncuran pasti dari Vivo. Namun, teaser yang sudah beredar menunjukkan bahwa pengenalan resminya tinggal menunggu waktu, terutama karena fokus seri ini sudah terlihat jelas sejak awal: kamera menjadi senjata utama, baik pada X300 Ultra maupun X300 FE.
Source: www.gizmochina.com






