Dalam satu akhir pekan, Lucid Air milik Jason Fenske mencatat deretan gangguan yang membuat pengalaman memakai sedan listrik itu jauh dari mulus. Dari sistem hiburan, kamera mundur, hingga mode berkendara, delapan masalah berbeda muncul hanya dalam perjalanan sekitar 400 mil.
Gangguan tersebut bukan kejadian tunggal yang berdiri sendiri. Sebelumnya, Lucid juga sudah mencoba berbagai jalan keluar, mulai dari perbaikan perangkat lunak, upaya penggantian lewat skema Lemon Law, sampai menawarkan Gravity SUV sebagai kendaraan pinjaman jangka panjang.
Delapan masalah yang muncul bergantian
Fenske dari kanal Engineering Explained mencatat bahwa masalah datang silih berganti selama perjalanan empat hari. Pintu elektronik sempat keluar, tetapi pintu belakang tidak bisa dibuka, lalu ia juga menemukan salah satu ventilasi belakang terasa 50 derajat Fahrenheit lebih hangat dibanding ventilasi lain meski mobil berada di garasi tanpa sinar matahari langsung.
Bagian lain yang ikut bermasalah adalah fitur parkir dan hiburan. Garis putih dinamis pada kamera mundur tidak tampil, Apple CarPlay bisa aktif tetapi navigasinya gagal, dan pada kesempatan lain CarPlay tidak mau terbuka sama sekali.
Ada pula situasi yang lebih mengkhawatirkan saat mobil dipakai singkat di sebuah toko. Mode berhenti berubah sendiri dari Hold ke Roll, sehingga mobil melaju ke depan saat pedal rem dilepas, padahal pengemudi mengira setelannya masih tetap.
Masalah berikutnya datang dari pembacaan batas kecepatan. Mobil menampilkan batas 75 mph di zona 45 mph, padahal ruas jalan sebelum dan sesudahnya juga bukan zona 75 mph.
Keluhan yang terus muncul di luar perjalanan itu
Di luar akhir pekan tersebut, daftar gangguan pada Lucid Air ternyata masih bertambah. Sistem audio kadang tidak bekerja sama sekali, kadang terdengar tipis, dan pada beberapa momen hanya speaker depan yang berhenti berfungsi.
Kursi berpemanas juga disebut sering mati sendiri. Dalam kasus lain, mobil tidak mau memilih Drive maupun Reverse meski fungsi lain tetap berjalan, dan Fenske menduga mobil mengira sedang tersambung ke pengisi daya.
Aplikasi mobile Lucid ikut masuk daftar keluhan. Saat dijadikan latar belakang di iPhone 17 baru miliknya, aplikasi itu menguras 46 persen baterai hanya dengan satu menit waktu layar, sementara aplikasi pelacak GPS yang berjalan bersamaan hanya memakai 7 persen.
Frunk dan bagasi ikut memberi masalah
Keluhan berikutnya datang dari kompartemen depan dan belakang. Setelah frunk dan bagasi dibiarkan terbuka sekitar 10 menit atau lebih, keduanya tidak bisa ditutup lagi meski tombol di ruang penyimpanan, layar dasbor, dan aplikasi smartphone sudah dicoba.
Yang membuat keadaan semakin rumit, mobil justru menampilkan konfirmasi di layar bahwa bukaan itu tidak tertutup, sekaligus memberi tanda bahwa aplikasi tidak bekerja. Setelah ditutup manual, bagasi belakang kadang tidak mau terbuka lagi.
Lucid menilai masalah tersebut terlalu besar untuk terus dibiarkan pada mobil bernilai $85,000. Dari sana, perusahaan mulai mencari cara agar Fenske tetap bisa memakai mobil lain tanpa harus berhenti total dari kendaraan yang lama.
Upaya penggantian yang tidak sederhana
Lucid sempat menawarkan penggantian mobil di bawah perjanjian sewa yang ada dengan spesifikasi serupa. Namun agar cicilan tetap sama, spesifikasi yang dibutuhkan harus benar-benar identik, dan unit seperti itu sulit ditemukan.
Fenske menyebut ada lebih dari 4,600 kombinasi build unik untuk Air Touring saja. Sebagai produsen volume rendah, Lucid praktis tidak memiliki banyak peluang untuk menemukan unit yang benar-benar sama.
Perusahaan kemudian mengajukan buyback penuh dan sewa baru, sambil menyediakan Gravity SUV sebagai kendaraan pinjaman jangka panjang saat unit yang cocok dicari. Namun Fenske menolak tawaran itu karena tiga alasan utama, termasuk biaya sewa baru yang lebih mahal.
Sewa yang ia tandatangani pada Agustus 2025 berada di angka $865, sedangkan build yang sama sekarang dihargai $1,130. Ia juga hanya menginginkan sewa tiga tahun, sementara kontraknya sudah berjalan 11 bulan, dan opsi sewa dua tahun justru mendorong pembayaran menjadi $1,440.
Gravity SUV pun ikut terseret
Pada akhirnya Fenske menerima Gravity SUV dan sempat berencana membuat ulasan jangka panjang. Namun tak lama setelah video diedit, SUV itu harus kembali ke Lucid Service karena jendela sisi penumpang tidak mau naik lagi meski sudah beberapa kali reset kendaraan.
Masalah lain juga muncul pada Gravity. Tombol cancel untuk cruise control hanya bekerja sesekali, dan kamera berulang kali gagal memuat gambar.
Di tengah semua gangguan itu, Fenske tetap mengakui Lucid kuat dalam hal rekayasa dan pengemasan. Meski begitu, pengalaman pribadinya kini lebih banyak dibayangi oleh software yang terlalu sering bermasalah, baik pada Lucid Air maupun pada Gravity yang sempat ia terima sebagai pengganti.







