Dewa United memastikan tiga poin penting setelah menundukkan Persijap Jepara 1-0 di Banten International Stadium, Serang. Hasil itu bukan hanya memperpanjang catatan tak terkalahkan Dewa United menjadi enam laga beruntun, tetapi juga menghentikan rekor delapan pertandingan Persijap tanpa kekalahan.
Kemenangan tipis tersebut lahir dari eksekusi penalti Alex Martins pada babak kedua. Gol itu menjadi satu-satunya pembeda dalam laga pekan ke-30 Super League yang berjalan ketat dan baru benar-benar ditentukan di fase-fase akhir.
Gol tunggal yang mengubah jalannya laga
Dewa United akhirnya menemukan celah ketika sepakan Egy Maulana Vikri mengenai tangan Wahyudi Hamisi di area terlarang. Wasit langsung menunjuk titik putih, dan situasi itu membuka jalan bagi tim tuan rumah untuk memecah kebuntuan.
Alex Martins kemudian maju sebagai eksekutor. Tendangannya pada menit ke-55 sukses mengecoh Sendri Johansah, sekaligus membawa Dewa United unggul 1-0 dan mengubah arah pertandingan.
Setelah tertinggal, Persijap meningkatkan tekanan. Mereka berupaya membalas dengan serangan yang lebih agresif, tetapi pertahanan Dewa United tetap mampu menjaga jarak aman sampai mendekati akhir laga.
Persijap sempat mengancam di menit-menit krusial
Sejak awal pertandingan, duel sudah berlangsung dalam tempo tinggi. Persijap datang dengan komposisi terbaik, termasuk Diogo Brito dan Wahyudi Hamisi, dan beberapa kali mencoba menyerang lewat transisi cepat.
Peluang awal Persijap bahkan sempat datang dari Carlos Franca, meski bola belum mengarah tepat ke sasaran. Di sisi lain, Dewa United tidak terburu-buru mengambil risiko dan tetap berusaha menjaga struktur permainan agar tidak mudah ditekan.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, sebelumnya menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari laga melawan Madura United FC. Ia meminta timnya menjaga rencana permainan agar tidak kembali tertekan sejak menit-menit awal.
“Kami bisa mengambil pelajaran besar dari pertandingan terakhir,” ujar Riekerink, menegaskan pentingnya disiplin dalam mengelola alur pertandingan.
Persijap nyaris menyamakan kedudukan lewat sepakan voli Iker Guarrotxena pada menit ke-79. Namun upaya itu belum menghasilkan gol karena bola masih bisa dimentahkan atau tidak tepat sasaran.
Sonny Stevens menutup peluang Persijap
Momen paling menegangkan terjadi pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+6. Persijap mendapat penalti dan Carlos Franca menjadi penendang yang dipercaya mengambil kesempatan tersebut.
Sonny Stevens tampil sigap di bawah mistar Dewa United. Ia berhasil menepis tendangan itu, lalu kembali bergerak cepat untuk menggagalkan bola rebound yang mengarah ke gawang.
Aksi Stevens memastikan Dewa United tetap memegang keunggulan sampai peluit akhir. Bagi Persijap, kesempatan terakhir untuk mencuri poin pun tertutup rapat di Serang.
Dampak hasil untuk kedua tim
Tambahan tiga poin membuat Dewa United mengoleksi 44 poin. Hasil itu juga memperlihatkan efektivitas tim asuhan Jan Olde Riekerink saat peluang penting datang dan harus diselesaikan dengan tenang.
Bagi Persijap, kekalahan ini terasa cukup berat karena menghentikan laju positif mereka yang sudah terjaga dalam delapan pertandingan. Meski mereka tetap memberi perlawanan kuat dan menciptakan ancaman hingga menit akhir, hasil pertandingan tetap berpihak kepada Dewa United.
Dewa United memulai laga dengan formasi 4-3-3 melalui Sonny Stevens di bawah mistar, lalu Perreira, Kuipers, Wahyu P, dan Alta Ballah di lini belakang. Hugo Gomes, Ivar Jenner, dan Kambuaya berada di lini tengah, sedangkan Messidoro, Alex Martins, dan Noah Sadaoui menjadi tumpuan serangan.
Persijap memakai skema 4-2-3-1 dengan Sendri Johansah sebagai penjaga gawang. Di depan, Rahmat, Jose Tiri, Diogo Brito, dan Najeeb mengisi lini belakang, sementara Hamisi, Borja M, Rendi S, Borja H, dan G. Franca menopang Abdallah Sudi di lini serang.
