Powell Mungkin Baru Terasa Berharga Saat Pergi, Begini Peringatan Analis yang Pernah Tepat Soal Crash 2021

Author: Redaksi Android62

Pasar kripto disebut bisa saja justru merindukan Jerome Powell, meski banyak pelaku pasar kerap menaruh harapan pada pergantian pimpinan The Fed. Pandangan itu datang dari analis kripto Benjamin Cowen, sosok yang sebelumnya dinilai tepat membaca potensi kejatuhan pasar pada 2021.

Cowen menilai euforia terhadap kemungkinan berakhirnya era Powell terlalu cepat. Menurutnya, pasar sering kali langsung bereaksi positif saat ada perubahan figur besar, padahal efek lanjutan dari pergantian itu belum tentu menguntungkan aset berisiko, termasuk kripto.

Ketegangan soal suku bunga belum tentu berarti akhir yang lebih baik

Powell baru saja menyampaikan pidato terakhirnya sebagai ketua The Fed pada 29 April dan tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%. Di tengah perdebatan yang makin menguat soal masa depannya, langkah itu justru membuat sebagian pihak kembali menilai posisi Powell dari sudut yang berbeda.

Bagi Cowen, fokus pasar seharusnya tidak hanya berhenti pada apakah Powell pergi atau tetap bertahan. Ia melihat risiko muncul ketika pasar terlalu berharap pada figur baru tanpa mempertimbangkan dampak kebijakan yang bisa mengikuti setelahnya.

Hubungan Powell dengan kripto tidak sesederhana yang sering diasumsikan

Meski kerap dipandang keras karena isu suku bunga, sejumlah kebijakan di bawah kepemimpinan Powell justru dinilai memberi ruang lebih besar bagi industri aset digital. Dalam testimoni semesteran di hadapan Kongres pada Juni 2025, Powell menegaskan bank-bank di Amerika Serikat bebas melayani perusahaan kripto selama tetap mematuhi standar manajemen risiko dan perlindungan konsumen.

Pada periode yang sama, The Fed juga menghapus istilah “reputational risk” dari kerangka pengawasan perbankan. Langkah ini dianggap penting karena istilah tersebut selama ini bisa menjadi dasar penilaian yang subjektif dan berpotensi menghambat bank saat menjalin hubungan dengan perusahaan kripto.

Powell juga tidak sepenuhnya menutup pintu untuk aset digital. Pada 2024, ia menyebut Bitcoin sebagai kemungkinan alternatif digital untuk emas, bukan untuk dolar.

Ia juga menunjukkan dukungan terhadap kerangka regulasi formal untuk stablecoin. Powell bahkan menyoroti bahwa volume transfer stablecoin telah melampaui Visa dan mencapai hampir $14 triliun pada tahun lalu.

Cowen melihat pola yang bisa terulang

Dalam unggahan di X pada 29 April, Cowen membandingkan situasi Powell dengan kepergian Gary Gensler dari SEC pada Januari 2025. Saat Gensler pergi, Bitcoin berada di level $109.000, sementara pada pertemuan FOMC terakhir angkanya berada di $75.000.

Menurut Cowen, perayaan atas keluarnya Gensler tidak benar-benar membawa pasar kripto ke arah yang lebih sehat. Ia menilai setelah itu justru muncul fase yang ia sebut sebagai “the grifting age”, ketika influencer dan politisi meluncurkan memecoin serta melakukan rug pull tanpa banyak konsekuensi.

Dalam pandangan Cowen, modal dan perhatian industri kemudian mengalir ke aset yang tidak bernilai. Karena itu, ia memperingatkan agar pasar tidak mengulang reaksi yang sama terhadap Powell hanya karena ada dorongan untuk melihat pergantian sosok di pucuk The Fed.

Masalahnya bukan cuma harga, tetapi juga kepercayaan lembaga

Bagi Cowen, dampak perubahan di The Fed tidak semata-mata soal naik atau turunnya harga kripto. Ia menilai kredibilitas institusi juga ikut dipertaruhkan jika Federal Reserve kehilangan independensi dan berubah menjadi, seperti istilah yang ia gunakan, “another cabinet of the executive branch.”

Pandangan itu membuat Powell diposisikan bukan hanya sebagai pembuat kebijakan moneter, tetapi juga sebagai simbol stabilitas kelembagaan. Jika posisi itu berubah, tingkat kepercayaan pasar terhadap sistem keuangan yang lebih luas juga bisa terdampak.

Cowen bahkan menyampaikan bahwa beberapa tahun ke depan pasar mungkin akan menilai Powell lebih baik daripada yang diperkirakan saat ini. Di sisi lain, Kevin Warsh yang dikenal cenderung pro-kripto dijadwalkan menggantikan posisi ketua pada 15 Mei.

Dengan latar itu, perbincangan soal Powell tidak lagi terbatas pada urusan suku bunga. Isunya melebar ke hubungan antara bank sentral, regulasi kripto, dan rasa percaya pasar yang selama ini menopang sistem keuangan.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru