Sony masih memilih jalur yang jarang dipakai di kelas flagship. Xperia 1 VIII tetap membawa microSD, audio jack 3,5 mm, dan tombol shutter fisik, sementara banyak pesaing justru sudah meninggalkan ketiganya.
Keputusan itu membuat ponsel ini langsung terasa berbeda di tengah pasar premium yang makin seragam. Bagi Sony, identitas Xperia tampaknya masih berkaitan erat dengan fleksibilitas penyimpanan, kenyamanan mendengar audio kabel, dan kontrol kamera yang lebih praktis.
Slot microSD menjadi salah satu nilai jual paling mencolok pada perangkat ini. Sony masih menyediakan dukungan ekspansi hingga 2TB, sehingga pengguna punya ruang tambahan di luar memori internal untuk menyimpan file besar, foto, video, atau materi kerja.
Di kelas flagship modern, keberadaan slot seperti ini memang semakin jarang ditemui. Karena itu, Xperia 1 VIII tetap relevan untuk pengguna yang tidak ingin sepenuhnya bergantung pada kapasitas bawaan ponsel.
Fitur lama yang justru jadi pembeda
Sony juga mempertahankan audio jack 3,5 mm di bingkai atas. Di saat banyak produsen beralih penuh ke koneksi nirkabel, keputusan ini memberi opsi langsung bagi pengguna yang masih mengandalkan earphone kabel.
Tombol shutter fisik ikut hadir untuk memudahkan pengambilan gambar. Fitur ini memperkuat kesan bahwa Xperia 1 VIII tidak hanya mengejar spesifikasi tinggi, tetapi juga pengalaman pakai yang khas untuk kebutuhan tertentu.
Pada bagian depan, ponsel ini memakai layar OLED 6,5 inci dengan resolusi 1080 x 2340 piksel dan refresh rate 120Hz. Layarnya dilindungi Gorilla Glass Victus 2 dan tetap dikelilingi bingkai tebal di sisi atas dan bawah.
Bingkai itu bukan sekadar elemen desain. Sony memanfaatkannya untuk menempatkan speaker stereo yang menghadap depan, sehingga suara diarahkan langsung ke pengguna.
Salah satu bingkai juga memuat kamera swafoto 12MP dengan diafragma f/2.0. Dengan ukuran layar yang lebih ramping dibanding banyak ponsel 6,7 inci ke atas, perangkat ini terasa lebih ringkas saat digenggam.
Perubahan besar di sisi belakang
Bagian belakang menjadi area yang mengalami perubahan paling jelas. Sony meninggalkan susunan kamera vertikal khas Xperia sejak 2019 dan menggantinya dengan modul persegi berisi tiga kamera yang disusun segitiga.
Di tengah modul terdapat lampu LED, sementara logo Sony tetap ditampilkan sebagai penegas identitas. Tiga kameranya sama-sama beresolusi 48MP, tetapi masing-masing membawa karakter yang berbeda.
Kamera utama memakai sensor Exmor T dengan lensa 24 mm, diafragma f/1.9, sudut pandang 84 derajat, dan OIS. Kamera ultrawide menggunakan sensor Exmor RS dengan diafragma f/2.0, lensa 16 mm, serta sudut pandang 104 derajat.
Sementara itu, kamera telefoto hadir dengan sensor Exmor RS, lensa 70 mm, diafragma f/2.8, sudut pandang 34 derajat, dan zoom optik 3X. Sony menyebut sensor telefoto ini empat kali lebih besar dari pendahulunya, dengan klaim peningkatan kejernihan dan detail saat memotret objek jauh.
Dapur pacu dan ketahanan
Untuk performa, Xperia 1 VIII mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm. Sony menyiapkan empat kombinasi memori global, yaitu 12/256GB, 12/512GB, 16/512GB, dan 16GB/1TB, meski ketersediaannya bisa berbeda di tiap negara.
Daya ponsel ini ditopang baterai 5000 mAh. Pengisian dayanya mendukung 30W melalui USB Type-C dan pengisian nirkabel 15W.
Perangkat ini menjalankan Android 16, memakai pemindai sidik jari di tombol daya, serta mendapat jaminan software update 4 tahun dan security update 6 tahun. Dari sisi ketahanan, Xperia 1 VIII mengantongi sertifikasi IP65 dan IP68, yang berarti tahan debu, tahan semburan air bertekanan rendah, dan aman direndam hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Sony menyediakan empat pilihan warna, yakni graphite black, iolite silver, garnet red, dan native gold. Di Eropa, harga Xperia 1 VIII dibuka dari 1.499 euro untuk varian 256GB dan 1.999 euro untuk varian 1TB, sedangkan di Inggris dimulai dari 1.399 pound sterling untuk 256GB dan 1.849 pound sterling untuk 1TB.
Source: www.idntimes.com