S&P Pertahankan Rating Indonesia di BBB, Sinyal Stabilitas Makroekonomi Masih Kuat

Author: Redaksi Android62

Keputusan S&P Global Ratings mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil menjadi penanda bahwa fondasi makroekonomi nasional masih dinilai kuat. Status investment grade pun tetap melekat di tengah ketidakpastian global yang belum mereda.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai afirmasi itu mencerminkan kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap ekonomi Indonesia. Dalam keterangan resmi yang dikutip mediaindonesia.com, ia menyebut penilaian tersebut lahir dari sinergi kebijakan yang konsisten antara pemerintah dan Bank Indonesia.

Fiskal dan eksternal masih diawasi, tetapi dinilai sementara

Menurut Perry, S&P memandang pelemahan sejumlah indikator fiskal dan eksternal hanya bersifat sementara. Ia menyebut arah kebijakan pemerintah yang makin stabil akan membantu memperbaiki kondisi tersebut seiring waktu.

Di sisi eksternal, S&P juga menilai penerimaan ekspor berpeluang meningkat karena perbaikan harga komoditas. Harapan itu ikut menopang outlook stabil yang dipertahankan lembaga pemeringkat tersebut.

Aspek Penilaian S&P Implikasi
Rating Indonesia BBB, outlook stabil Status investment grade tetap terjaga
Fiskal Pelemahan dinilai sementara Berpotensi membaik dengan kebijakan yang lebih stabil
Eksternal Penerimaan ekspor diperkirakan meningkat Didukung membaiknya harga komoditas

Disiplin anggaran menjadi salah satu penopang utama

Perry juga menyampaikan bahwa pemerintah dinilai tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit anggaran di bawah 3% terhadap produk domestik bruto. Menurut dia, hal tersebut menjadi salah satu alasan outlook stabil tetap dipertahankan.

S&P membuka peluang peningkatan peringkat kredit Indonesia bila penguatan struktural pada indikator fiskal dan eksternal terus berlanjut. Dari sisi fiskal, perbaikan diharapkan datang dari penurunan defisit yang berkelanjutan, penerimaan negara yang lebih kuat, biaya pembiayaan yang lebih rendah, serta stabilitas nilai tukar.

Dari sisi eksternal, ruang kenaikan rating terbuka jika utang luar negeri dan kebutuhan pembiayaan eksternal bruto dapat ditekan. Dengan kata lain, kenaikan peringkat masih mungkin terjadi apabila fondasi fiskal dan eksternal semakin solid.

Bank Indonesia perkuat bauran kebijakan

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. BI juga mempererat koordinasi dengan pemerintah untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.

Sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan juga akan terus diperkuat agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mendukung pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah dalam Asta Cita.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru