Spotify mulai memperbarui tampilan aplikasinya di tablet Android dan iOS agar terasa lebih rapi saat dipakai di layar besar. Perubahan ini membuat antarmuka menyesuaikan orientasi perangkat secara dinamis, sehingga tampilan tetap tertata baik ketika tablet diputar ke mode landscape maupun portrait.
Langkah ini sekaligus menjawab keluhan lama mengenai versi tablet Spotify yang dianggap kurang optimal untuk layar lebar. Dengan desain baru, pengalaman penggunaan diarahkan agar terasa lebih mulus tanpa menghilangkan rasa familiar yang sudah dikenal pengguna.
Tampilan yang lebih menyesuaikan layar
Spotify menyebut pembaruan ini sebagai upaya menghadirkan pengalaman yang lebih “native” di tablet. Nicole Burrow, head of design, consumer experience di Spotify, menjelaskan bahwa Spotify dirancang agar terasa cocok di berbagai layar, mulai dari televisi, desktop, hingga mobil, lalu pendekatan itu diterapkan juga ke tablet.
Dalam desain baru ini, antarmuka akan menyesuaikan diri ketika orientasi perangkat berubah. Artinya, bukan hanya elemen di layar yang bergeser, tetapi tampilannya juga diatur ulang agar navigasi tetap nyaman di perangkat dengan ruang visual yang lebih luas.
Menu utama tetap dipertahankan
Meski tampilannya diperbarui, Spotify tidak mengubah bagian inti yang sudah akrab bagi pengguna. Menu Home, Search, Your Library, dan Create tetap tersedia di bagian bawah aplikasi.
Sidebar juga mendapat penyesuaian dengan kemampuan untuk dilipat, sehingga profil dan menu tambahan bisa diakses tanpa membuat tampilan terasa penuh. Pendekatan ini membuat aplikasi tetap terasa sederhana, namun lebih fleksibel untuk penggunaan di tablet.
Menjelajah sambil tetap mendengarkan
Spotify juga menambahkan konten yang bisa digulir di sidebar tanpa mengganggu proses mendengarkan. Dengan begitu, pengguna dapat tetap mencari daftar putar, album, atau konten lain saat musik berjalan.
Salah satu fitur yang menjadi sorotan adalah parallel browsing. Fitur ini memungkinkan pengguna tablet melihat musik atau video musik sambil tetap menelusuri library atau rekomendasi playlist di saat yang sama.
Akses video dibuat lebih praktis
Selain itu, tombol “Switch to Video” dipindahkan ke posisi yang lebih mudah dijangkau. Perubahan kecil ini ikut mendukung pengalaman yang lebih nyaman saat pengguna berpindah antara musik dan video musik di layar tablet.
Perombakan tersebut menunjukkan bahwa Spotify tidak sekadar memindahkan tampilan ponsel ke layar yang lebih besar. Aplikasi ini justru disusun agar tetap mempertahankan karakter mobile yang akrab, tetapi dengan penyesuaian yang lebih sesuai untuk tablet.
Respons baru untuk perangkat layar besar
Perubahan pada tablet Android ini dinilai sebagai pembaruan yang lebih pas untuk kebutuhan layar lebar. Tampilan baru terlihat lebih bersih dan terasa lebih dekat ke pengalaman desktop, meski struktur dasarnya tetap mengikuti pola aplikasi Spotify yang sudah dikenal.
Di luar pembaruan antarmuka tablet, Spotify juga memperluas kerja sama dengan Bookshop.org untuk pengguna Android di Amerika Serikat dan Inggris. Lewat integrasi itu, pengguna bisa membeli buku langsung melalui Spotify, dan Bookshop menyebut pembelian tersebut membantu mendukung toko buku lokal.
Spotify juga memperluas dukungan bahasa untuk Page Match pada audiobook dengan tambahan 30 bahasa baru. Fitur ini memudahkan pengguna menyelaraskan posisi bacaan audiobook dengan salinan buku fisik yang dimiliki, sehingga ekosistem Spotify kini makin luas di luar musik dan podcast.







