Sri Wulansih Meminta Bantuan Raffi Ahmad, Dua Apartemen Jupe Terancam Dijual

Author: Redaksi Android62

Sri Wulansih, ibunda mendiang Julia Perez atau Jupe, akhirnya buka suara soal dua apartemen warisan putrinya yang berada di kawasan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Di tengah kondisi keuangan keluarga yang disebut semakin terbatas, ia mengaku sudah tidak sanggup lagi menanggung kewajiban rutin atas aset tersebut dan mulai mencari jalan keluar agar properti itu bisa dilepas.

Permintaan itu disampaikan Sri dalam program Best Kiss. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan bahwa beban biaya HPL apartemen sudah tidak lagi sejalan dengan kemampuan keluarga, apalagi penghasilan anak-anaknya kini disebut hanya cukup untuk kebutuhan harian.

Beban yang terus berjalan

Sri menjelaskan bahwa kewajiban HPL dua unit apartemen itu mencapai Rp 6 juta setiap tiga bulan. Kondisi tersebut membuat keluarga harus berpikir ulang, karena pemasukan yang ada tidak memadai untuk menutup biaya rutin yang terus muncul.

Berikut rangkuman alasan yang disampaikan Sri Wulansih:

  1. Biaya HPL apartemen mencapai Rp 6 juta per tiga bulan.
  2. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
  3. Dua apartemen dinilai sudah tidak realistis untuk terus dipertahankan.
  4. Hasil penjualan akan diarahkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

Situasi itu membuat Sri menilai penjualan aset lebih masuk akal dibanding terus menambah beban yang tidak mampu dibayar. Di sisi lain, keputusan tersebut juga menjadi pilihan sulit karena apartemen itu merupakan peninggalan langsung dari Jupe.

Permintaan langsung kepada Raffi Ahmad

Dalam pengakuannya, Sri secara terbuka meminta bantuan Raffi Ahmad agar membeli dua apartemen milik Jupe. Ia menyebut bantuan itu sebagai solusi nyata, bukan sekadar bentuk perhatian, untuk membantu keluarga keluar dari tekanan biaya yang terus berjalan.

“Raffi Ahmad, mama minta tolong,” ucap Sri dalam tayangan tersebut saat menjelaskan lokasi apartemen warisan itu. Permintaan itu menegaskan bahwa keluarga membutuhkan langkah konkret agar aset tersebut bisa segera dialihkan.

Rencana dana untuk perbaikan aset lain

Sri juga menyampaikan bahwa hasil penjualan dua apartemen itu tidak hanya untuk meringankan beban keluarga. Dana tersebut rencananya akan dipakai untuk memperbaiki rumah singgah dan musala milik Jupe di Serang yang kondisinya disebut sudah rusak.

Ia menyebut atap rumah singgah bocor dan bangunan itu memerlukan perbaikan segera. Dalam kondisi seperti itu, melepas apartemen dianggap menjadi langkah yang lebih realistis agar aset lain yang bernilai sejarah bagi keluarga tetap bisa diselamatkan.

Tangis di depan makam Jupe

Keputusan menjual dua apartemen itu disebut bukan perkara mudah bagi Sri. Ia mengaku sudah meminta maaf langsung kepada Jupe di depan makam sebelum membuka persoalan tersebut ke publik.

Sri menuturkan bahwa hidup keluarganya berubah total setelah Jupe meninggal. Dalam kondisi yang serba terbatas, ia merasa tidak lagi memiliki cukup dana untuk memikul seluruh kewajiban yang melekat pada aset peninggalan sang putri.

Kondisi keluarga ikut menjadi pertimbangan

Beban itu semakin terasa karena anak-anak Sri yang lain, termasuk Nia dan Dela, juga memiliki kebutuhan masing-masing. Mereka disebut hanya berusaha memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, tanpa ruang keuangan yang besar untuk membantu menutup kewajiban apartemen.

Dalam situasi seperti ini, keputusan menjual aset dipandang sebagai pilihan yang paling memungkinkan. Tunggakan dianggap lebih berisiko dibiarkan, sementara hasil penjualan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, termasuk perbaikan bangunan di Serang.

Ringkasan persoalan yang dihadapi keluarga Jupe

Keterangan Data
Biaya rutin HPL Rp 6 juta per tiga bulan
Lokasi apartemen MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur
Kondisi keluarga Penghasilan hanya cukup untuk kebutuhan harian
Tujuan penjualan Memperbaiki rumah singgah dan musala di Serang
Kondisi bangunan di Serang Disebut rusak dan atap bocor

Pernyataan Sri menunjukkan bahwa warisan berupa properti tidak selalu menjadi kemudahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Di tengah tekanan ekonomi dan kewajiban yang terus berjalan, ia berharap ada pihak yang bisa membantu proses pelepasan dua apartemen itu agar beban keluarga segera berkurang.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru